November 20, 2019
  • 3:19 am Banyak Masjid Tapi Sepi Pengunjung?
  • 3:59 am Masjid 99 Kubah Belum Selesai, Butuh Anggaran Lebih
  • 4:08 am Masjid Raya Roma di Negara Minoritas Islam
  • 4:13 am Inovasi Anak Muda Surabaya, Aplikasi MarbotRetail.com Bersama Takmir Masjid
  • 3:24 am Eco Masjid: Masjid Peduli Lingkungan Hadir Di Indonesia
Masjid Raya Roma di Negara Minoritas Islam

Roma adalah sebuah kota yang terletak di Negara Italy dan sangat terkenal karena kota ini merupakan ibukota dari Negara Italy.

Kota ini sangat erat dengan budaya romawi dan juga di kenal sebagai kota gladiator. Roma memiliki sejuta pesona yang membuat para turis dari mancanegara begitu ingin mengunjunginya.

Kota ini memang terkenal sebagai lokasi wisata yang memiliki banyak sekali pilihan destinasi wisata unik dan mempesona.

Sebut saja salah satu lokasi wisata paling terkenal dan fenomenal di kota ini, Colosseum.

Selain itu ada juga Pantheon, air mancur trevi,kastil Sant’Angelo, dan lain sebagainya.

Hampir semua tempat wisata di sana memiliki sejarah dan cerita dari kebesaran bangsa romawi kuno. Nuansa agama Kristen dan katolik pun begitu kental terasa.

Lalu bagaimana bisa sebuah masjid yang megah dan mewah berdiri di pusat ibukota Italy tersebut?

Simak artikel nya di bawah ini.

Mengulas Masjid Raya Roma

Masjid Raya Roma adalah masjid yang di resmikan penggunaan nya olhe pemerintah setempat pada 21 Juni 1995. Meski usia setelah peresmiannya kini berumur 24 tahun, namun sejatinya ide dan rencana pembangunan masjid ini telah ada sejak tahun 1974, yakni saat ada lahan yang di peroleh dari Dewan Kota Roma.

Pada saat itu, Raja Faisal yang merupakan seorang raja dari Negara Arab Saudi berkomunikasi dengan Presiden Italia yang menjabat saat itu, Geovanni Leone (1971-1978)

Dulunya sangat tidak mungkin untuk bisa membangun masjid di salah satu negara eropa yang sangat minim jumlah pemeluk agama islam. Bahkan kesulitannya di samakan dengan kesulitasn membangun gereja di negara Arab Saudi.

Namun setelah kedua pimpinan tertinggi negara melakukan komunikasi, pada akhirnya masjid tersebut memulai pembangunannya pada tahun 1975. Hal tersebut dapat di lihat dari catatan yang tertulis pada prasasti marmer yang sudah di pasang di dekat tangga utama masjid raya roma.

Bangunan masjid yang sudah jadi tampak megah. Masjid tersebut di desain oleh 4 orang arsitek yang bernama Paolo Portoghesi, Vittorio Gigliotti, Sami Mousawi, dan juga NINO Tozzo. Mereka secara kompak mendesain masjid ray aroma dengan gaya perpaduan dari budaya Romawi dan juga Islam sendiri.

Jika anda berkunjung ke Roma dan tepatnya mengunjungi masjid ray aroma, saat pertama masuk bangunan masjid, anda akan memasuki ruang utama masjid yang megah. Para jamaah dan pengunjung akan melewati selasar sepanjang 15 meter dari tangga yang menghubungkan ruangan dalam dan luar masjid.

Saat melalui tangga yang cukup tinggi, yakni setinggi 2,5 meter, para jamaah dan pengunjung dapat melihat dan merasakan secara lebih detail pesona dari bangunan masjid yang mewah. Tampak bangunan bangunan romawi kuno yang megah dengan 16 kubah dan kubah paling besar di tengah tengah.

Kubah yang berada di tengah dengan ukurang besar itu di hias bulan sabit pada ujungnya.

Masjid raya roma memiliki menara masjid yang tingginya mencapai kurang lebih 40 meter dan berbentuk seperti pohon palem.

Sebuah keindahan bangunan di dalam masjid memberikan kesan megah dan mewah yang memanjakan mata.

Masjid ini sering kali menarik perhatian para wisatawan yang berkunjung ke Roma khususnya mereka yang memeluk agama islam.

penulis artikel

RELATED ARTICLES
LEAVE A COMMENT