December 2, 2020
  • 7:47 am Viral Masjid Al Makmur Laweyan, Tak Pernah Gelar sholat Jumat
  • 7:38 am Masjid Presiden Joko Widodo dibangun di Abu Dhabi
  • 2:52 am Selama Ramadhan, MUI Jatim Ingin Masjid Tetap Buka Walau PSBB
  • 3:19 am Jadi Tempat Produksi Masker Virus Corona, Berikut Profil Masjid Shah Cheragh di Iran
  • 5:04 am Cegah Covid-19. Masjid Agung Kota Solo Terapkan Social Distancing Saat Shalat
Jadi Tempat Produksi Masker Virus Corona, Berikut Profil Masjid Shah Cheragh di Iran

Selama pandemic virus corona berlangsung di berbagai negara, seruan social distancing digalakkan kepada masyarakat agar tetap berada di rumah saja. Berbagai tempat hiburan hingga tempat ibadah pun terpaksa ditutup untuk mengurangi timbulnya perkumpulan di luar.

Selain berusaha menekan angka penyebaran virus, berbagai negara juga berupaya memenuhi kebutuhan medis seperti masker. Seperti yang dilakukan oleh Negara Iran.

Sebuah masjid di Kota Shiraz, Iran yaitu Masjid Shah Cheragh beralih fungsi menjadi tempat pembuatan masker selama pandemic virus corona berlangsung. Masjid yang biasa ramai dikunjungi oleh wisatawan maupun orang-orang untuk beribadah kini nampak diisi oleh para perempuan setempat tampak tengah bekerja memproduksi masker seperti yang dilansir dari Iran Front Page News

Sejak jumlah positif corona di Iran semakin bertambah parah, upaya pembatasan aktivitas masyarakat di lakukan salah satunya kegiata di Masjid Shah Cheragh. Diketahui masji ini telah tutup sejak awal kebijakan dalam rangka penguncian nasional negara Iran guna mencegah penyebaran virus corona.

Jadi Tempat Produksi Masker Virus Corona, Berikut Profil Masjid Shah Cheragh di Iran


Menengol Masjid Shah Cheragh Yang Indah

Masjid Shah Cheragh adalah masjid yang terletak di Kota Shiraz, Iran. Jika hanya melihat penampilan masjid ini sekilas dari lur, nampak seperti masjid-masjid lain pada umumnya. Namun begitu masuk kedalam, jamaah akan disuguhi dengan arsitektur dan interior yang luar biasa.

Saat menginjak kaki kedalam masjid,  akan tempak pemandangan langit-langit yang dipenuhi seperti kilauan bintang. Kilauan tersebut berasal dari interior kaca dan cermin yang terdiri jumlahnya jutaan.


Tak hanya untuk ibadah saja, masjid ini juga menjadi tempat bersemayamnya putra-putra dari Imam Musa al-Khadim dan saudara-saudara dari Imam Reza ini didominasi oleh ornamen-ornamen berwarna hijau berkilauan. Itulah sebabnya tempat ini juga menjadi tempat ziarah yang popular.

Melansir dari situs Lonely Planet, masjid ini ternyata juga memiliki museum di sudut barat laut halaman, tepat di sebelah tempat suci.

Museum tersebut menyimpan koleksi benda-benda yang berhubungan dengan tempat suci seperti beberapa Al-Quran tua nan berharga di lantai atas. Sedangkan di lantai bawah terdapat pintu dengan arsitektur bagus dan megah yang dihiasi dengan perak, emas, dan lapis lazuli.

Masjid ini memiliki kubah bulat Shirazi yang khas, ornamen cermin bergaya rumit, dengan empat pilar kayu ramping yang proporsinya nyaris sempurna.

Wisatawan muslim yang berkunjung diperbolehkan masuk di halaman tengah kompleks masjid dan juga mengambil foto. Akan tetapi tidak diperkenankan membawa kamera berukuran besar dan tripod.

Namun untuk wisatawan selain agama Islam, tidak diizinkan masuk ke masjid pada waktu-waktu yang tertulis.

Terdapat pula peraturan yang mengharuskan pengunjung wanita mengenakan cadar di seluruh kompleks masjid. Cadar tersebut tersedia gratis untuk dipinjamkan dan dapat ditemui di pintu masuk wanita

penulis artikel

RELATED ARTICLES
LEAVE A COMMENT