October 20, 2021
  • 1:36 am Majid PPKM Darurat Boleh Buka, Tetap Dihimbau Warga Sholat di Rumah !!
  • 1:05 am Megahnya Masjid Al Jabbar Bandung, Jadi Wisata Ngabuburit di Bulan Ramadhan !
  • 1:24 am 5 Hal Paling di Kangenin di Bulan Ramadhan, Masjid Jadi Tempat Nongkrong?
  • 1:41 am Masjid Agung Sheikh Zayed Dari Pangeran Arab Saudi untuk Jokowi Dibangun di Solo
  • 1:05 am Bangun Masjid Bergaya Tionghoa, Mantan Jawara Pasar Baru Tobat!
Bangun Masjid Bergaya Tionghoa, Mantan Jawara Pasar Baru Tobat!

Ada cerita menarik dari Masjid Babah Alun Desari di pinggir Tol Depok-Antasari (Desari) Kota Jakarta Selatan. Selain bentuknya yang unik karena menyerupai bangunan etnis Tionghoa, ternyata masjid tersebut didirikan oleh mantan jawara Pasar Baru.

Muhammad Jusuf Hamka, pendiri Masjid Babah Alun Desari mengatakan, pembangunan Masjid Babah Alun Desari merupakan ikhtiarnya dalam membangun 1.000 masjid di Indonesia.

“Saya pernah jadi jawara, dulunya tukang gelut di Pasar Baru,” kata Jusuf, Jumat (12/2).

Tukang gelut yang dimaksudkan Jusuf adalah dirinya sebagai orang yang sering berkelahi di wilayah Pasar Baru.

Jusuf menyebut dirinya terlahir dari orang tua keturunan Tionghoa asal Samarinda. Sedangkan dirinya lahir dan besar di Pasar Baru, Jakarta.

Sejak muda, dia tinggal di Krekot Bunder Pasar Baru, di belakang Pasar Metro Atom, Pasar Baru, Jakarta Pusat.

“Jadi dari ujung ke ujung Krekot Bunder itu orang kenal saya, dulu pernah jadi bekas RW 03 Pasar Baru,” ujar Jusuf.

Sejak tahun 1981, Jusuf telah memeluk Islam, diangkat sebagai anak ideologi oleh Ulama Besar Indonesia, Profesor Buya Hamka.

Kini Jusuf bertransformasi sebagai pengusaha di bidang infrastruktur sukses yang membangun sejumlah jalan tol di Jakarta, Depok maupun Bogor.

Ikut Bangun Masjid Bergaya Tionghoa

Masjid Babah Alun Desari bergaya oriental ketiga yang dibangun Jusuf Hamka. Setelah sebelumnya membangun Mushala Babah Alun di kawasan Ancol dan Masjid Babah Alun di bawah kolong Tol Ir Wiyoto Wiyono, Sunter, Jakarta Selatan.

“Sebenarnya masjid pertama yang saya bangun ada di Kalimantan dekat pabrik saya,” kata Jusuf yang bernama Tionghoa Josef Alun.

Sejak Agustus 2020, Masjid Babah Alun Desari diresmikan oleh Pemerintah Kota Jakarta Selatan. Proses pembangunan masjid tersebut memakan waktu delapan bulan.

Masjid yang terdiri atas satu lantai memiliki luas sekitar 200 meter persegi memiliki daya tampung hingga 200 orang jemaah. Tapi selama masa pandemi Covid-19 diberlakukan pembatasan sosial dengan jaga jarak dibatasi hingga 50 persen.

Jusuf sengaja membangun masjid bergaya Tionghoa sebagai syiar Islam sekaligus sebagai wisata religi untuk masyarakat.

penulis artikel

RELATED ARTICLES
LEAVE A COMMENT