July 13, 2020
  • 2:52 am Selama Ramadhan, MUI Jatim Ingin Masjid Tetap Buka Walau PSBB
  • 3:19 am Jadi Tempat Produksi Masker Virus Corona, Berikut Profil Masjid Shah Cheragh di Iran
  • 5:04 am Cegah Covid-19. Masjid Agung Kota Solo Terapkan Social Distancing Saat Shalat
  • 5:43 am Sejumlah Masjid Tetap Laksanakan Sholat Jum’at Dibawah Protokol Kesehatan
  • 4:41 am Upaya Masjid Al-Akbar Surabaya Jaga Kebersihan, Lawan Virus Corona
Penyebab Mega Proyek Masjid Nabawi “Mojokerto” Molor
Penyebab Mega Proyek Masjid Nabawi “Mojokerto” Molor

Pembangunan mega proyek masjid Al-Fattah di Kota Mojokerto yang menelan biaya hingga Rp 39,4 miliar hingga kini masih belum selesai dan lagi lagi molor dari batas waktu yang telah di tetapkan. Terlambatnya pembangunan masjid yang di bangun dengan konsep Masjid Nabawi di Madinah ini di sebabkan karena beberapa factor.

Sudarno selaku coordinator panitia pembangunan masjid Al Fattah pun menjelaskan bahwa pembangunan masjid ini masih menyisakan 4 jenis pekerjaan.

Pertama adalah pemasangan plafon berbahan kuningan di teras masjid, selanjutnya adalah pemasangan lantai marmer dan batu andesit di halaman, ketiga pembangunan lanskap serta pagar dan yang terakhir adalah pemasangan sound system dan layar informasi ukuran 86 inchi.

Dari ketiga bagian pekerjaan yang belum rampung tersebut ketiganya menggunakan dana hibah dari Pemkot Mojokerta di tahun 2019, yakni pemasangan plafon berbahan kuningan, pemasangan lantai marmer dan batu andesit serta pemasangan sound system dan layar informasi.

“kendalanya pekerjaan saling berkaitan. Ketika satu belum selesai, tidak bisa melanjutkan ke pekerjaan berikutnya. Misalnya layar 86 inchi tidak bisa di pasang sebelum plafon teras selesai, lanskap menunggu pembongkaran menara dan menggali pondasi, marmer di halaman tidak bisa di pasang karena dipakai meletakkan material bangunan akibat terbatasnya tempat” ujar Sudarno.

“target kami semua tuntas sabtu 18 Januari. Pembangunan selesai, material sudah bersih” ujar Sudarno.

Sumber Dana Pembangunan

Sementara Kabag Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Pemkot Mojokerto Choirul Anwar juga membenarkan pembangunan masjid Al-Fattah yang molor dan juga menggunakan dana hibah ini. Menurutnya panitia pembangunan seharusnya perlu membuat laporan penggunaan dana hibah paling lambat tanggal 10 Januari 2020 lalu sebagaimana tertuang dalam ketentuan Permendagri nomor 13 tahun 2011 tentang Dana Hibah.

“Kemarin tanggal 11 Januari kami kirim surat teguran pertama ke Takmir Masjid Al Fattah sebagai penerima dana hibah, kami beri batas waktu terakhir hari ini” ujarnya.

Pembangunan Masjid Al Fattah memang di ketahui menggunakan 3 sumber anggara. Pertama adalah dana hibah dari Pemkot Mojokerto, kedua dana hibah dari Pemprov Jatim dan yang terakhir adalah dari donasi para jamaah.

Pembangunan masjid ini tepat di depan Alun-alun kota mojokerta dan telah di mulai sejak pertengahan 2015 hingga 2019. Adapun rincian dana yang didapat dari tahun 2015 yakni dana hibah dari Pemkot Mojokerto Rp 5 miliar, dana hibah dari Pemprov Jatim pada 2016 Rp 1 Miliar dan dana hibah dari Pemkot Mojokerto sebesar 10 M pada tahun 2017.

Selanjutnya di tahun 2019 masjid ini kembali mendapat bantuan dana dari Pemprov Jatim dan Pemkot Mojokerto masing masing sebesar Rp 15 miliar untuk tahap finishing.

Rencanaya masjid Al Fattah Mojokerto ini akan di jadikan ikon wisata religi dengan mengusung tema Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi.

penulis artikel

RELATED ARTICLES
LEAVE A COMMENT