September 24, 2020
  • 2:52 am Selama Ramadhan, MUI Jatim Ingin Masjid Tetap Buka Walau PSBB
  • 3:19 am Jadi Tempat Produksi Masker Virus Corona, Berikut Profil Masjid Shah Cheragh di Iran
  • 5:04 am Cegah Covid-19. Masjid Agung Kota Solo Terapkan Social Distancing Saat Shalat
  • 5:43 am Sejumlah Masjid Tetap Laksanakan Sholat Jum’at Dibawah Protokol Kesehatan
  • 4:41 am Upaya Masjid Al-Akbar Surabaya Jaga Kebersihan, Lawan Virus Corona

Dampak penyebaran virus corona tak hanya di rasakan dalam hal ekonomi dan pendidikan saja melainkan juga kegiatan ibadah. Kini masyarakat khususnya muslim tidak bisa leluasa beribadah di masjid seperti melakukan sholat berjamaah. Bahkan ada beberapa masjid yang meliburkan sholat jum’at. Salah satunya, Masjid Agung Surakarta yang saat ini mulai menerapkan social distancing.

Meski Masjid Agung masih membuka masjid untuk melakukan salat berjamaah, namun dengan syarat yakni menerapkan jarak shaff satu meter antar jamaah. Secara teknis, di dalam masjid diberi garis untuk menunjukkan shaff sholat. Tanda tersebut dipasang baik di dalam maupun di serambi Masjid Agung Surakarta.

Solo sendiri telah melakukan penerapan social distancing sejak terdapat kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19.

Penerapan Sosial Distancing yang dilakukan oleh Masjid Agung sesuai dengan kebijakan MUI dan para ulama. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Takmir Masjid Agung, Muhtarom, saat dijumpai di Komplek Masjid Agung, Selasa (31/3).

“MUI sudah menerapkan semacam imbauan social distancing. Kami tidak sendiri dalam mengambil keputusan, tetapi juga dengan para ulama,” ungkap Muhtarom.

Jamaah Masjid Mulai Berkurang


Apalagi mengingat Masjid Agung merupakan salah satu  tempat yang sering didatangi masyarakat baik warga Solo maupun luar untuk beribadah. Tak hanya untuk ibadah saja, saat siang hari pun masjid juga menjadi tujuan bagi para penjual di Pasar Klewer yang memang berada di depan Masjid Agung.

“Jamaah bukan hanya warga Solo, melainkan karakteristik Masjid Agung justru seperti itu, dikunjungi dari luar daerah juga,” ungkapnya.

Sebenarnya intensitas jamaah yang berkunjung ke Masjid Agung sudah mulai berkurang sendiri sejak pemerintah menghimbau warga agar bekerja, belajar dan beribadah dari ruma. Namun tak menutup kemungkinan tetap ada beberapa jamaah yang hadir.

Mubtarom juga menyampaikan hal serupa,menurutnya  sejak Solo dinyatakan KLB, jumlah jamaah yang ada di Kota Solo mulai berkurang. Awalnya shaff tanpa jarak bisa mencapai 4 sampai 5 shaff. Kini hanya bisa mencapai 3 shaff saja dengan jarak.

“Berkurang banyak di mana-mana tutup. Mobilitas tentunya berkurang, terlebih lagi masjid meminta masyarakat yang kurang sehat untuk melaksanakan salat di rumah,” papar Muhtarom.

Seperti yang diketahui, masjid-masjid dibeberapa daerah melakukan berbagai upaya pencegahan virus corona. Selain pembatasan jarak shaff saat sholat, ada yang meningkatkan internsitas bersih-bersih, menyemprot desinfektan pada karpet, gagang pintu, tempat wudhu, dan lain-lain

penulis artikel

RELATED ARTICLES
LEAVE A COMMENT