ABOUT US

Nias menjadi sangat populer di Indonesia dan dunia pascatsunami pada 26 Desember 2004 dan gempa besar pada 28 Maret 2005. Nyaris semua komponen masyarakat nasional dan internasional memberikan perhatian untuk membantu menanggulangi bencana tersebut. Sejak itu, Pulau Nias sudah dikunjungi  oleh ratusan ribu orang dari seluruh dunia. Sejak itu juga sudah triliunan rupiah dana disalurkan untuk penanggulangan bencana dan pembangunan fisik serta nonfisik.

Hampir 6 tahun setelah tsunami dan gempa, setelah seluruh dunia memberikan bantuan moriil dan materiil, setelah triliunan rupiah disalurkan, wajah Nias mengalami banyak perubahan. Disusul dengan perubahan politik secara signifikan dengan pemekaran jumlah pemerintahaan daerah menjadi 4 kabupaten dan 1 kota. Namun, di sana-sini masih banyak masalah dan tantangan yang harus segera dihadapi dan dijawab oleh para pemangku kepentingan di Pulau Nias, baik elite maupun masyarakat Nias sendiri.

Tantangan dan masalah yang ada di Nias bisa diubah menjadi peluang bila dibarengi dengan partisipasi banyak pihak. Nias harus mampu mengelola semua kekurangan dan potensi yang ada agar bisa bangkit dan memosisikan diri secara sejajar dengan daerah lain di Sumatera.

Melalui majalah online NIAS-BANGKIT.com kami berharap realitas sosial dan budaya di kepulauan Nias menjadi mudah untuk diketahui oleh siapa pun yang membutuhkan.  Misi NIAS-Bangkit.COM adalah menyebarkan dan bertukar  informasi dalam bidang sosial, pendidikan, dan kebudayaan, oleh dan untuk masyarakat Nias secara keseluruhan sebagai subjek pemberdayaan.

NIAS-BANGKIT.com merupakan  sarana distribusi informasi yang bisa dimanfaatkan oleh semua lapisan masyarakat Nias. Majalah “on-line” ini juga akan selalu berusaha menjangkau seluas mungkin komponen masyarakat, baik perseorangan maupun institusi, untuk terlibat dalam proses pemberdayaan masyarakat Nias. Ya’ahowu.

NIAS-BANGKIT.com

Editor Tony FJ, Sotafi Li, Donny Iswandono, Formas Juitan Lase
Reporter Irwanto Hulu (Kab. Nias), Onlyhu Ndraha (Kabupaten Nias Barat), Anoverlis Hulu (Kota Gunungsitoli), Iman Jaya Lase (Kota Gunungsitoli), Nitema Mendrofa (Kabupaten Nias Utara), Seiman Lase (Kabupaten Nias Selatan), Khairuddin Arafat (Medan).
Contributor Fotarisman Zalukhu, Jannerson Girsang
Marketing Reny Chaya Mutiasari
Fotografer Riahardy Mendrofa, Peniel Zaluchu
Alamat redaksi Jakarta: Taman Permata Cikunir, Blok A9 No.15, Jakamulya, Bekasi Selatan 17146 | E-mail: redaksi@nias-bangkit.com | Twitter: @NiasBangkit

 

[custom-widget-area id="side28938" before_title="%3Ch2%3E" after_title="%3C/h2%3E" before_widget="%3Cdiv%20id%3D%22%251%24s%22%20class%3D%22widget-in-content%20%252%24s%22%3E" after_widget="%3C/div%3E" before_sidebar="%3Cdiv%20class%3D%22sidebar-in-content%20sb-horizontal-1col%22%3E" after_sidebar="%3C/div%3E"]

 

Top