TIDAK MILIKI SURAT KENDARAAN

Mobil Dinas Wakil Wali Kota Gunungsitoli Ditahan

Mobil dinas Wakil Wali Kota Gunungsitoli yang ditahan Satlantas Polres Nias. Foto: NBC/ Irwanto Hulu

GUNUNGSITOLI, NBC — Karena tidak memiliki surat kepemilikan dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), mobil dinas Wakil Wali Kota Gunungsitoli ditahan Satuan Lalu Lintas Polres Nias. Selain itu, mobil dinas Kadis Pendidikan, Kepala Inspektorat dan Assisten III Sekda Gunungsitoli juga ikut ditahan. Kini, terparkir di depan Aula Kamtibnas Polres Nias.

Kepala Urusan Bidang Operasional Satuan Lalu Lintas Polres Nias, Iptu Mitha, yang ditemui NBC di kantor Satlantas Polres Nias, Jalan Melati, Kelurahan Ilir, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Rabu (11/7/2012),  membenarkan adanya penahanan terhadap sejumlah mobil dinas Pemkot Gunungsitoli tersebut.

Menurut Mitha, razia terhadap mobil dinas Pemkot Gunungsitoli dilakukan atas instruksi Kapolres Nias sehingga jajaran Satlantas Polres Nias melakukan razia di beberapa titik di Kota Gunungsitoli dan berhasil merazia enam unit mobil dinas Pemkot Gunungsitoli yang masih menggunakan pelat toko dan salah satu di antaranya adalah mobil dinas Wakil Wali Kota Gunungsitoli.

Ditanya tentang tindakan yang akan dilakukan setelah mobil dinas Pemkot ditahan, Mitha mengatakan, masih menunggu instruksi dari Kapolres Nias.

Kapolres Nias AKBP Mardiaz Kusin Dwihananto yang dihubungi NBC melalui pesan singkat membenarkan adanya razia yang dilakukan terhadap mobil dinas Pemkot Gunungsitoli tersebut. Pada pesan singkatnya, Kapolres memberitahu, razia dilakukan atas tindak lanjut pandangan umum Fraksi Perjuangan Rakyat terhadap pertanggungjawaban APBD Kota Gunungsitoli TA 2010 di Kantor DPRD Kota Gunungsitoli, Selasa (10/7/2012).

Pada Pemberitaan NBC sebelumnya, Fraksi Perjuangan Rakyat meminta kepada Kapolres Nias untuk melakukan razia dan menindak kendaraan dinas Pemkot Gunungsitoli yang beroperasi tanpa memiliki surat-surat, serta memakai pelat palsu. [WAN]

47 Comments

  1. Nopriyanus Hia said:

    DASAR PENIPUAN TERHADAP MASYARAKAT NIAS ATAS PERBUATAN PEMKOB NIAS PADA DASARNYA DALAM PENIPUAN TENTANG MOBIL DINIAS PEMBKAP NIAS.. DAN SAYA HARAPKAN KEPAD PIHAK YANG BERWAJIB SEMOGA DAPAT DIMUSNAHKAN ORANG-ORANG YANG TIDAK BERTANGUNG JAWAB INI KARENA INI BISA MENJALAR KEPADA MASYARAKAT NIAS ATAS VIRUS YANG MERAKA LAKUKAN… TERIMAKASIH PENGUASA NIAS.

  2. Jackson Zendratosik said:

    saya tak mau menuntut banyak bagi PEMKOT Gunungsitoli….tapi terangi lah jalan yang kau jalani…krn itu merupakan cermin engkau menerangi pulau yang kita cinta ini….wahai, bagi kau yg bertahta sementara.
    ehmmm…lampu merah bagi engkau yg omong kosong..
    KAPOLRES kota gunungsitoli salah satu kebanggaan masyarakat NIAS. MERDEKA.

  3. Apers Zegha said:

    Seorang Pejabat pun melalaikan peraturan lalu lintas, apalagi masyarakat………
    sungguh luar biasa, padahal mereka yang seharusnya sebagai contoh bagi masyarakat…

  4. Nias Bangkit said:

    Hampir semua mobil dinas Pemkot Gunungsitoli tidak dilengkapi dengan surat-surat, seperti STNK, tidak pernah membayar pajak….. Ah, ini sangat memalukan. Semoga pemerintah daerah lain tidak seperti ini. Kita apresiasi tindakan yang dilakukan oleh Kapolres Nias dan jajarannya. Bravo

  5. Kurniawan Harefa said:

    Memang patut diakui tindakan polres menahan mobil sudah benar dari sisi hukum positif, dan disatu sisi patut diacungi jempol karena tidak membeda-bedakan status masyarakat biasa dan pejabat. Namun selain tindakan tersebut benar, menurut saya di sisi lain hal tersebut merupakan tindakan yang tidak bijak. Pertama, mobil tersebut bukanlah mobil pribadi, tetapi mobil kedinasan, tidak layak dan sepantasnya seorang wakil kepala daerah yang pada saat tersebut sedang menjalankan tugas pemerintahan ditahan mobilnya, dan harus berjalan kaki kembali ke kantornya. Apapun persoalannya segala konsekuensi dari kelengkapan administrasi kendaraan tersebut merupakan tanggungan pemerintah melalui APBD, terlebih lagi pengadaan mobil dinas tersebut dilaksanakan pada masa kepemimpinan daerah periode sebelumnya, dan melengkapi kelengkapan adminsitrasi kendaraan tersebut sedang proses melalui mekanisme, termasuk penganggaran melalui APBD.Kedua, bagaimanapun beliau adalah simbol kepemimpinan daerah, tidak pantas polres memperlakukan simbol daerah seperti itu, apalagi sesama muspida, apa gunanya lembaga muspida? tanpa basa-basi langsung main tahan, kelihatan polres tidak punya niat baik, dimana tindakan preventif? kenapa langsung represif seperti itu? bagai pahlawan di siang bolong, kalau mau dianggap pahlawan, silahkan tahan para elite politik yang suka main judi, itu baru nyata karena merupakan pelanggaran hukum yang tertangkap tangan. Ketiga, dari sisi sosial budaya, saya sebagai masyarakat nias mempertanyakan maksud pak kapolres nias melakukan ini tanpa basa-basi, apakah ini untuk merendahkan martabat kami sebagai masyarakat nias, sengaja mencoreng wajah pemimpin kami? apakah anda ditunggangi kepentingan politik? bagaimanapun tindakan anda bermuatan politis, dan sedikit menurut kaca mata saya rasis.

    • Christian Harefa said:

      Coba cek hubungan baik antara muspida, apakah ada masalah atau tidak. Seharusnya sesama muspida mengerti lahhhh, sama2 pejabat ya. Atau justru ada yang disembunyikan dari hubungan antar muspida?tanda tanya besar bro.

    • Lestarman Gulo said:

      yah sepakat dengan itu bung!!!!kapolres Nias ini hendaknya jg diberi sebuah masukan yg masuk logikanya sehingga ia sadar akan hal yg telah dilakukannya. jangan semena mena saja bertindak dan perlu dipertanyakan hal tersebut sebagai masyrakat gunungsitoli, pimpinan kami jg wajib utk dihargai dan dihormati, karena sy melihat tindakan itu antara penegakkan hukum dam intervensi politik. knp harus takut dgn intervensi politik kpad anggoita Dprd kota gunungsitoli yg byk jg keboborokannya, utk membhas perda dan menytujuinya saja susah amat, lo aoha wosa he no la o sipade.

    • Cordiae Pich said:

      ONÕNÕTA.. :
      Saya nilai tindakan ini tidak rasional. Kalau memang salahsatu targetnya adalah mobil dinas bernomor plat BB 9 T yang ditumpangi oleh seorang Wakil Walikota Gunungsitoli, penyitaan itu kan bisa dilakukan pada sikon lain. Misalnya saat Pejabat tidak sedang berada di mobil, apalagi khususnya untuk mobil dinas bernomor plat TUNGGAL ini biasanya ditukar dgn nomor plat bawaan saat sopirnya doang yg ada didalamnya. Tidak sulit mengintainya bukan?..! Nah jika sikon begini kan lebih bermoral.
      Selanjutnya jika kita analisa kronologisnya yang konon dilakukan pada pagi hari seolah menyambut ria pimpinan kita memasuki Kantor Kehormatan ataupun menuju keluar untuk mengemban Tugas Negara, Seolah tindakan ini tidak menghargai dan tindakan menghadang Pimpinan Terhormat melaksanakan Tugas Mulianya. Apalagi penahanan mobil ini dilakukan dengan sengaja tidak jauh dari pintu masuk Kantor Walikota.
      Bagaimana tanggapan anda-anda jika sudah melihat di halaman Kantor Polres Nias saat ini berbaris rapi mobil berplat toko?
      'menurut saya maNtap!! Jempol untuk Kapolres Nias..'
      Ironisnya ikut pula terpajang mobil plat merah BB 9 T Berlambang Burung Garuda yang menandakan mobilnya Pimpinan Daerah Kota Gunungsitoli?? 8-)
      'Saya duga PELECAHAN!!!

      SEPAKAT BUNG WAWAN..!

      LANJUTKAN..!!

    • Cordiae Pich said:

      ONÕNÕTA.. :
      Saya nilai tindakan ini tidak rasional. Kalau memang salahsatu targetnya adalah mobil dinas bernomor plat BB 9 T yang ditumpangi oleh seorang Wakil Walikota Gunungsitoli, penyitaan itu kan bisa dilakukan pada sikon lain. Misalnya saat Pejabat tidak sedang berada di mobil, apalagi khususnya untuk mobil dinas bernomor plat TUNGGAL ini biasanya ditukar dgn nomor plat bawaan saat sopirnya doang yg ada didalamnya. Tidak sulit mengintainya bukan?..! Nah jika sikon begini kan lebih bermoral.
      Selanjutnya jika kita analisa kronologisnya yang konon dilakukan pada pagi hari seolah menyambut ria pimpinan kita memasuki Kantor Kehormatan ataupun menuju keluar untuk mengemban Tugas Negara, Seolah tindakan ini tidak menghargai dan tindakan menghadang Pimpinan Terhormat melaksanakan Tugas Mulianya. Apalagi penahanan mobil ini dilakukan dengan sengaja tidak jauh dari pintu masuk Kantor Walikota.
      Bagaimana tanggapan anda-anda jika sudah melihat di halaman Kantor Polres Nias saat ini berbaris rapi mobil berplat toko?
      'menurut saya maNtap!! Jempol untuk Kapolres Nias..'
      Ironisnya ikut pula terpajang mobil plat merah BB 9 T Berlambang Burung Garuda yang menandakan mobilnya Pimpinan Daerah Kota Gunungsitoli?? 8-)
      'Saya duga PELECEHAN!!!

      SEPAKAT BUNG WAWAN..!

      LANJUTKAN..!!

  6. Lestarman Gulo said:

    Masyarakat mengapresiasi tindakan anggota Polres nias yang menilang pejabat2 pemkot tanpa memandang muka dalam penegakkan hukum, sesuai dengan hasil pandangan Umum DPRD kota Gunungsitoli, namun sayangnya dalam pelaksanaan hasil tersebut, Antara penegakkan hukum dan intervensi politik. mobil walikota ditilang dan wakil walikotanya harus jalan kaki menuju kantor. kan itu namanya hukum tidak dilihat dari berbagai sisi, itu namanya tidak berperikemanusiaan, kalau sy melihat pemkot tdk berinisiatif dan lalai dalam membyar pajak, tetapi blm bisa tertampung dlm anggaran APBD tahun 2012 ini, toh jg mobil2 tersbt adalah milik negara dan dipakai untk mendukung seluruh operasional program pemerintah, hendaknya kapolres jg bs menempatkan diri bahwa dirinya jg bekerja utk negara, jd antara pemkot dan polres nias substansinya sama bekerja utk pemerintah/negara, berharap kpd kapolres Nias tidak memandang bulu dlm peneggakan hukum, kalau boleh kami sarankan mobil2 dinas yg dipakai oleh lembaga DPRD dimulai dari ketua dprd, wakil ketua, hadirat st gea, armansyah harefa dan mobil2 komisi hendaknnya di tilang dan ditahn juga, krn dari merekalah sumber pemandangan tersebut, sehingga kami masyrakat dapat menilai bahwa tindakan polres nias adil, tdk hanya mobil dinas pemkot saja yg ditilang dan ditahan dan lebih bagusnya mobil2 dinas tersebut semua ditilang, dan digudangkan di halaman polres nias.

    • Anton Memoryes said:

      Aq setuju dengan hal tu cmn yg saya hrpkan jgn cm mobil dinas pejabat pemerintahx yg d tilang tp jg mobil dinas polresx jg ditilang klo mmg kelengkapan surat2 kendaraanx tdk lengkap. Jgn cmn mrk bs menilang org lain tp mrk jg termasuk org yg melanggar Hukum.

    • Anton Memoryes said:

      Aq setuju dengan hal tu cmn yg saya hrpkan jgn cm mobil dinas pejabat pemerintahx yg d tilang tp jg mobil dinas polresx jg ditilang klo mmg kelengkapan surat2 kendaraanx tdk lengkap. Jgn cmn mrk bs menilang org lain tp mrk jg termasuk org yg melanggar Hukum.

    • Kurniawan Harefa said:

      Memang patut diakui tindakan polres menahan mobil sudah benar dari sisi hukum positif, dan disatu sisi patut diacungi jempol karena tidak membeda-bedakan status masyarakat biasa dan pejabat. Namun selain tindakan tersebut benar, menurut saya di sisi lain hal tersebut merupakan tindakan yang tidak bijak. Pertama, mobil tersebut bukanlah mobil pribadi, tetapi mobil kedinasan, tidak layak dan sepantasnya seorang wakil kepala daerah yang pada saat tersebut sedang menjalankan tugas pemerintahan ditahan mobilnya, dan harus berjalan kaki kembali ke kantornya. Apapun persoalannya segala konsekuensi dari kelengkapan administrasi kendaraan tersebut merupakan tanggungan pemerintah melalui APBD, terlebih lagi pengadaan mobil dinas tersebut dilaksanakan pada masa kepemimpinan daerah periode sebelumnya, dan melengkapi kelengkapan adminsitrasi kendaraan tersebut sedang proses melalui mekanisme, termasuk penganggaran melalui APBD.

    • Kurniawan Harefa said:

      Kedua, bagaimanapun beliau adalah simbol kepemimpinan daerah, tidak pantas polres memperlakukan simbol daerah seperti itu, apalagi sesama muspida, apa gunanya lembaga muspida? tanpa basa-basi langsung main tahan, kelihatan polres tidak punya niat baik, dimana tindakan preventif? kenapa langsung represif seperti itu? bagai pahlawan di siang bolong, kalau mau dianggap pahlawan, silahkan tahan para elite politik yang suka main judi, itu baru nyata karena merupakan pelanggaran hukum yang tertangkap tangan. Ketiga, dari sisi sosial budaya, saya sebagai masyarakat nias mempertanyakan maksud pak kapolres nias melakukan ini tanpa basa-basi, apakah ini untuk merendahkan martabat kami sebagai masyarakat nias, sengaja mencoreng wajah pemimpin kami? apakah anda ditunggangi kepentingan politik? bagaimanapun tindakan anda bermuatan politis, dan sedikit menurut kaca mata saya rasis.

    • Paulz Tel said:

      menurut saya semua pihak tidak adil bro, siapun itu.. karena klo kita membahas keadillan di dunia ini sulit sekali bisa di terapkan. memang segalanya bisa diceritakan bagaimana cara, solusi, kebijakan dan lain2nya itu semua hanya ilusi yang tergantung di awan2 tak dapat turun ke bumi.. karena keadilan itu harus di bayar dengan nyawa, baru dapat diterapkan.. bukannya kita bukan orang yang tak agama,, tapi Yesus sendiri memberi contoh keadilan.

  7. Laia Agus said:

    Wah, forum Muspida gk efektif atau ada unsur "po….." bls dendam..Masa mobil dinas Muspida ditahan, hanya karena masalah administrasi surat yg belum kelar (tertahan) ?!! Aya aya wae.!!

  8. Septanius Telaumbanua said:

    pak, malulah kita pak….masa bapak sendiri ngk beres….gimana kami bisa beres ni pak.
    pak polisi jangan hanya mobilnya yg diperiksa laci mejanya periksa juga Pak, siapa tahu the sarang semut…wkwkwkw.

  9. Bless Sohdayong said:

    Hahahahahaha Pie to Pak…. seorang Pemimpin di Kota ini tidak memberi contoh yang baik. klo kendaraan Pemerintah aja ada yang ngak beres apalagi kendaraan rakyatnya yah.. jangan2 rakyatnya lebih displin dari pada pemimpinnya… ehmmm aya2 wae….

Top