KENDARAAN DINAS

Tahan Mobil Dinas, Polres Nias Minta Maaf kepada Wakil Wali Kota

KBO.Polres Nias, HR.Situmorang saat minta maaf kepada Wakil Wali Kota Gunungsitoli | Foto: NBC/ Irwanto Hulu

GUNUNGSITOLI, NBC — Terkait penahanan mobil dinas Wakil Wali Kota Gunungsitoli,  Rabu (11/7/2012), Polisi Resort Nias meminta maaf kepada Wakil Wali Kota Gunungsitoli Aroni Zendratö. Permintaan maaf tersebut disampaikan oleh Kepala Bagian Operasional (KBO) Polres Nias Kompol. HR. Situmorang didampingi Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Nias M. Nasir Tanjung dan Iptu. Alex.

Pada pertemuan yang berlangsung secara kekeluargaan di ruang Wakil Wali Kota Gunungsitoli, Jalan Pancasila, Desa Mudik, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Senin (16/7/2012), KBO Polres Nias mengakui kesilapan yang telah dilakukan anggota Polres Nias dengan menahan mobil dinas tersebut, sehingga Wakil Wali Kota Gunungsitoli berjalan kaki menuju kantor Wali Kota untuk melaksanakan tugas.

Dia juga mengatakan secara pribadi, dirinya sebagai pimpinan operasional di lapangan bertanggung jawab atas insiden tersebut.  Ia menuturkan, kejadian tersebut dapat terjadi karena kurangnya koordinasi dan komunikasi antara petugas di lapangan dengan Pemerintah Kota Gunungsitoli.

Selain itu, Kompol HR.Situmorang juga menjelaskan, tindakan Polres Nias melakukan penertiban terhadap beberapa kendaraan dinas yang diduga tidak memiliki surat-surat dan belum membayar pajak kendaraan, dilakukan berdasarkan surat Lembaga Swadaya Masyarakat yang masuk ke Polres Nias untuk meminta dilakukan penertiban terhadap kendaraan dinas yang tidak lengkap.

Wakil Wali Kota Gunungsitoli Aroni Zendratö mengatakan, secara pribadi membenarkan tindakan yang dilakukan oleh Polres Nias dalam menegakkan supremasi hukum di Kota Gunungsitoli.

“Secara hukum, sah-sah saja Polres Nias melakukan penindakan terhadap mobil dinas yang saya tumpangi, tetapi kalau memang hal tersebut ditegakkan, Polres Nias juga harus menindak seluruh mobil kepala daerah dan seluruh mobil unsur Muspida di Kepulauan Nias tanpa pandang bulu. Sebab, jika kita teliti apakah benar seluruh mobil dinas pemerintah daerah dan unsur Muspida sudah lengkap dan telah bayar pajak?” tegasnya.

Selain menerima perminta maaf dari Polres Nias, Wakil Wali Kota juga mengklarifikasi  beberapa pemberitaan media yang mengatakan, dirinya dipaksa turun dari mobil saat ditilang. Dalam klarifikasinya, Wakil Wali Kota memberitahu, ia tidak dipaksa turun dari mobil oleh Polisi Lalu Lintas, tetapi ia turun dan berjalan kaki ke kantor Wali Kota atas inisiatif sendiri.

Pada berita NBC sebelumnya, menurut Kapolres Nias, penindakan yang dilakukan Polres Nias terhadap kendaraan dinas Pemkot Gunungsitoli yang diduga tidak memiliki surat-surat adalah berdasarkan pandangan umum Fraksi Perjuangan Rakyat pada rapat paripurna pertanggungjawaban Wali Kota terhadap APBD T.A 2010 yang meminta Kapolres Nias untuk melakukan penertiban terhadap kendaraan dinas Pemkot Gunungsitoli yang beroperasi tanpa surat kendaraan dan belum membayar pajak. [WAN]

33 Comments

  1. Diaz Dwihananto said:

    Mohn pemberitaan media ini tidak disalahartikan, tidak pernah kami Polres Nias meminta maaf atas apa yg telah dilaksanakan, kami hanya menjelaskan permasalahan krn ada pemberitaan yg mengatakan bahwa anggt memerintahkan Wakil Walikota utk jalan kaki.
    Tindakan Polres Nias sdh sesuai dgn aturan hukum dan kss mobil2 pemko jg sedang disidik kasus korupsinya.

  2. Yossima Halawa Yossi said:

    Manusia seringkali berbuat khilaf, Wakil walikota harus legowo memaafkan anak nakal yang berbuat salah,… namanya Pimpinan Kota Samaeriiiiiii, hrs jadi panutan, yang penting ambil hikmahnya ya Bapak.

  3. Âgusţ Ðelaw said:

    Wakil Walikota berjalan kaki itu mah sdh biasa…biasanya jg berjalan kaki bareng ibu wakil walikota keliling pasar sore hari.
    Gag ada yg prlu diherankn…

  4. Oktakrisman Gea said:

    Minta maap? Mang ny polantas salah tangkap tw slah tilang, msyarakat ja dtilang polisi tdak mnta maaf mlah mnta duit.

    Aq stju klw pjabat yg tk lngkap dtilang

  5. Tkhashura Kuotharo said:

    Sebagai peyelenggara negara harus menyadari bahwa pajak kendaraan itu merupakan sumber APBD, loh malah ga bayar pajak…pie ini pemkot. Kalau bingung masalah perpajakan, hubungi aja : Hura Tax Consulting (htaxconsulting@gmail.com)

    • Tkhashura Kuotharo said:

      Zeb: betul…seluruh warga negara tanpa terkecuali memilki hak dan kewajiban hukum yang sama, termasuk kewajiban membayar pajak, jgn hanya nuntut haknya saja…bayar pajak dunkkk….pajak penghasilan juga…

      Mega : terlepas dari semua itu mungkin bisa jadi ini semua promosi agar setiap Wajib Pajak (WNI) membayar pajak, baik pajak kendaraan, pajak penghasilan maupun jenis pajak lainnya sesuai aturan perundang-undangan….

    • Edward Ndraha said:

      tilangnya dah benar bro, pajaknya hrs setor. tp arogansinya yg gk bs diterima. didepan mata displin tp dibelakang????????????????????????????????

  6. Etis Nehe said:

    Salut dengan anggota polantas polres Nias. Tapi sikap minta maaf pimpinannya justru kontraproduktif. lha, wakil walikotanya saja mengakui tindakan anggota polantas itu sudah benar. gimana nih logikanya. kayaknya kasus begini nih perlu dinasionalkan.

Top