PEMBACAAN PANDANGAN FRAKSI TERKAIT LAPORAN APBD 2010

Rapat Paripurna DPRD Kota Gunungsitoli Ricuh

Filifo Waruwu menyampaikan keberatan saat Tolona Lindungi Gea membacakan pandangan umum Fraksi Pelopor Kebangsaan. Foto: NBC/ Iman Jaya Lase.

GUNUNGSITOLI, NBC — Rapat Paripurna pembacaan pandangan fraksi menindaklanjuti penyampaian nota pengantar penjelasan umum pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kota Gunungsitoli TA 2010 berakhir ricuh, Selasa (10/7/2012).

Rapat paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Sowa’a Laoli didampingi unsur Wakil Ketua DPRD Hadirat ST Gea dan diikuti Wali Kota Gunungsitoli Martinus Lase, Setda Kota Gunungsitoli, Kapolres Nias, anggota DPRD, serta SKPD se-Kota Gunungsitoli.

Kericuhan yang terjadi saat berlangsungnya sidang paripurna dipicu oleh pembacaan pandangan umum Fraksi Pelopor Kebangsaan yang dibacakan oleh Tolona Lindungi Gea meski sebelumnya telah dibacakan oleh Ridwan Saleh Zega.

Dalam rapat tersebut, Ridwan menolak keras pembacaan pandangan fraksi yang dibacakan oleh Tolona Lindungi Gea karena apabila pandangan tersebut dibacakan telah melanggar tata tertib anggota DPRD Kota Gunungsitoli.

“Tidak mungkin dalam fraksi, ada dua fraksi yang sama yaitu fraksi pelopor kebangsaan. Di dalam tata tertib anggota DPRD Kota Gunungsitoli hanya ada tiga fraksi di antaranya Fraksi Demokrat, Fraksi Perjuangan Rakyat dan Fraksi Pelopor Kebangsaan, tidak pernah ada empat fraksi di DPRD Kota Gunungsitoli,” ujarnya dengan tegas.

Lanjutnya, bila pembacaan pandangan fraksi oleh Tolona Lindungi Gea tetap dilanjutkan maka akan tetap ia protes dan Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli diharapkan mengambil tindakan tegas atas hal ini.

“Saya tidak keberatan apabila Tolona Lindungi Gea membacakan pandangan umum atas nama anggota DPRD bukan sebagai Fraksi Pelopor Kebangsaan. Bila hal ini terus dilakukan, saya akan tetap protes karena sudah menyalahi aturan yang ada,” kata Ridwan.

Hal senada juga dikatakan Filifo Waruwu. Ia mengatakan, Ketua DPRD tidak konsisten terhadap apa yang terjadi di DPRD Kota Gunungsitoli dan menganggap Sowa’a Laoli telah melanggar tata tertib bila mengizinkan Tolona Lindungi Gea membacakan pandangan umum atas nama fraksi.

“Saya sangat keberatan bila pembacaan pandangan umum yang dibacakan oleh Tolona Lindungi Gea, karena hal ini telah melanggar peraturan tata tertib DPRD Kota Gunungsitoli, dan Fraksi Pelopor Kebangsaan di DPRD Kota Gunungsitoli tidak pernah ada dua,” ucapnya.

Pengamatan NBC, rapat paripuna pembacaan pandangan fraksi sempat tegang akibat penolakan sejumlah anggota DPRD atas pembacaan pandangan umum oleh Tolona, dan rapat paripuna terpaksa diskors dan dilanjutkan Rabu (11/6/2012) besok. [MAN]

13 Comments

Top