DUGAAN KORUPSI

Polres Nias Selidiki Pengadaan Mobil Dinas Pemkot Gunungsitoli

Sejumlah Mobil Dinas Pemkot Gunungsitoli yang diselidiki pengadaannya | Foto: NBC/ Irwanto Hulu

GUNUNGSITOLI, NBC — Kasus dugaan korupsi pengadaan sejumlah mobil dinas  Pemerintah Kota Gunungsitoli akan segera diselidiki. Biaya bea balik nama semua kendaraan dinas yang berjumlah 39 unit jika dikalkulasikan diperkirakan mencapai Rp 1,2 miliar.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Nias AKBP Mardiaz Kusin Dwihananto kepada NBC ketika ditemui di ruangannya di Mapolres Nias, Jalan Melati, Kelurahan Ilir, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Rabu (18/7/2012).

Menurut Mardiaz, kasus pengadaan mobil dinas tersebut telah lama ditangani oleh Polres Nias, tetapi kala itu masih mengalami kendala terkait penetapan Peraturan Daerah Gubernur Sumatera Utara Nomor 1 Tahun 2011 tentang Pemberlakukan Pembayaran Pajak Kendaraan Dinas. Perda tersebut baru diberlakukan pada April 2011, sedangkan tender pengadaan mobil dinas telah dilakukan pada Maret 2011.

“Untuk menguji hal tersebut, kami harus mengambil keterangan saksi ahli terlebih dahulu,” tambahnya.

Selain itu, Kapolres juga memberitahukan, pengembangan kasus tersebut masih tahap penyelidikan. Polres Nias juga sudah memanggil bendahara yang mengeluarkan uang untuk pembayaran pembelian mobil tersebut kepada rekanan.

NBC sebelumnya telah memberitakan, pejabat pembuat komitmen (PPK) Martinitali Zendratö mengakui bahwa ke-39 mobil dinas Pemkot Gunungsitoli hingga kini belum memiliki surat-surat kendaraan karena belum diserahkan oleh rekanan, sedangkan uang telah dicairkan 100 persen.

Polres Nias Tidak Minta Maaf karena Menahan Mobil Dinas

Disinggung tentang permintaan maaf kepada Wakil Wali Kota terkait insiden penahanan mobil dinas Wakil Wali Kota, Kapolres membenarkan hal tersebut, tetapi ia mengatakan, permintaan maaf bukan karena telah menahan mobil dinas Wakil Wali Kota.

“Memang anggota saya telah meminta maaf kepada Wakil Wali Kota Gunungsitoli, tetapi permintaan maaf bukan karena kami sudah menahan mobil dinas Wakil Wali Kota, tetapi meminta maaf apabila ada perbuatan anggota yang kurang berkenan dan tidak sopan saat merazia mobil dinas tersebut,” tuturnya.

Menurut dia, tindakan yang dilakukan Polres Nias dalam penegakan hukum sudah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dan kendaraan dinas tersebut terjaring saat Polres Nias melakukan Operasi Patuh dalam menyambut bulan Ramadhan. [WAN]

7 Comments

  1. Nias Bangkit said:

    Dugaan korupsi pengadaan mobil dinas Pemkot Gunungsitoli yang terkuak pascarazia yang dilakukan Polres Nias akan segera diselidiki. Polres Nias sedang memintai pendapat ahli soal pemberlakuan Perda Pemprov Sumatera Utara Nomor 1 Tahun 2011 tentang Pemberlakukan Pembayaran Pajak Kendaraan Dinas. Perda tersebut baru diberlakukan pada April 2011, sedangkan tender pengadaan mobil dinas telah itu dilakukan pada Maret 2011. Simak juga apa komentar Polres tentang permintaan maaf anggotanya kepada Wakil Wali Kota Gunungsitoli.

Top