Gara-gara Mi Instan, Dosen Aniaya Mahasiswa

Kampus dan asrama Akper di Iraonogeba, Gunungsitoli. | Foto: NBC/Irwanto Hulu

GUNUNGSITOLI, NBC — Hanya karena masalah mi instan, dosen Bahasa Inggris Akademi Keperawatan (Akper) Kabupaten Nias, EH, menganiaya mahasiswanya. Tidak terima dianiaya dosen, OL (20), mahasiswa semester II, Akper Kabupaten Nias melapor ke Mapolres Nias, Selasa (19/6/2012), pukul 22.00.

OL, warga Desa Mazö, Kecamatan Mazö, Kabupaten Nias Selatan, yang ditemui NBC di Kampus Akper, Desa Iraonogeba, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli mengatakan, dirinya dianiaya oleh EH di ruang dosen, disaksikan oleh Kepala Asrama dan beberapa orang dosen lainnya pada pukul 13.30.

Menurut OL, dia dianiaya karena dituding menjual mi instan  di asrama. Sebelum dianiaya, dia sedang di kamar dan hendak makan siang. Tiba tiba dijemput satpam, Ama Safe, dan dibawa ke ruang dosen. Setiba di ruang dosen, dia dipukuli secara bertubi tubi oleh EH di hadapan kepala asrama, Iman Kasih Telaumbanua, dan beberapa dosen, antara lain Kristina Harefa, Berkat kasih Zebua, dan Wita Zebua.

Bila Salah, Dosen Harus Minta Maaf

Direktur Akper Soginötö Dachi, yang ditemui NBC di kediamannya—yang tidak jauh dari lokasi kampus Akper—mengatakan bahwa dirinya masih belum diberitahu dan tidak mengetahui kejadian tersebut. Namun, dia menegaskan, jika ternyata dosen tersebut salah dan telah menganiaya OL, dia akan memberikan sanksi dan dosen tersebut harus meminta maaf serta memberikan biaya perobatan kepada OL.

Dijelaskan Soginötö, status OL sebenarnya masih dalam status diskorsing dan telah dikembalikan kepada orangtua untuk dibina selama seminggu karena, menurut laporan mahasiswa lainnya, OL sering menjual mi instan di asrama sehingga dia tidak tahu mengapa OL masih berada di asrama dan bisa dianiaya oleh dosen. [WAN]

29 Comments

  1. Puti Laia said:

    Menurut saya masalah ini harus diproses dengan hukum semudah itukah seorang dosen mengambil tindakan dengan memukuli Mahasiswa tanpa mengetahui alasan apa Mahasiswa jualan Mie di asrama, mungkin saja Mahasiswa tersebut menjual mie dengan terpaksa karena kebutuhan kuliahnya tidak tercukupi dari pada dia mencuri kan lebih berbahaya lg atau mungkin dia ingin membantu meringankan beban org tua setidaknya uang makan tidak ditanggung lg oleh orang tuanya,,,,
    yg penting apa yg dia lakukan tidak merugikan pihak lain dan tidak mengganggu proses belajar mengajar.

    Justru perjuangan mahasiswa tersebutlah yg seharusnya patut di tiru dan dihargai karena dia mau bekerja keras tanpa ada rasa malu kpd org lain.
    Kebiasaan dinegara kita sich hasil curian, hasil tipuan dan hasil korupsi yg selalu dibanggakan,,
    tolong donk hargai jerih payah orang lain,,,,,

  2. Esa Novedieli Gulo said:

    wah itu gag betul lagi kalau mahasiswa/mahasiswi dianiaya kayak gthu….itu mahasiswanya/mahasiswi dianiaya dalam bentuk apa dulu "omongan kasar kah ???
    atau kekerasan dalam bentuk fisik"kalua cuma omognan kasar seh bisa di maklumin, tapi klau kekerasan dalam bentuk fisik ya
    itu dosen wajib menajalani hukuman atas perbuatannya………..

  3. Zamasi Amos said:

    Tdk ada kantin apa ? Kok bisa-bisanya seorang Mahasiswa bisa bisnis sering menjual mi instan di asrama ? Knp juga tdk ada batasan emosi seorang dosen main pukul sama mahasiswanya ? Itu kan pelanggaran HAM. Harus ditindak sesuai dengan Hukum yang berlaku di NKRI.

  4. Warda Larosa said:

    Berita di atas sungguh menarik dan mengundang keprihatinan,
    Akan tetapi kenapa y tidak di beritakan alasan dosen tersebut menganiaya mahasiswanya? trims

  5. Firman Valentinus Harefa said:

    Pak dosen, tanya dulu dong, mahasiswanya orang kaya atau orang miskin, baiknya pihak dosen atau kampus mensupport mahasiswa ini, dari pada korupsi lebih baik jual mie instan atau jadi pemulung, ini lebih bermartabat.

  6. Nias Bangkit said:

    Dosen tidak hanya pintar mengajar. Ia juga bisa menghajar mahasiswanya. Masak hanya karena mi instan…… Semoga segera diselesaikan masalah ini.

  7. Nias Bangkit said:

    Dosen tidak hanya pintar mengajar. Ia juga bisa menghajar mahasiswanya. Masak hanya karena mi instan…… Semoga segera diselesaikan masalah ini.

Top