ATLET TENIS MEJA

Tumiar Halawa, Si Mungil yang Berprestasi

Tumiar Halawa saat menerima trofi sebagai Pemain Terbaik Popda Kabupaten Nias 2012.

NBC — Ukuran tubuhnya yang mungil dengan tinggi 130 cm ini sudah menarik perhatian banyak orang saat meraih medali emas dalam cabang olahraga tenis meja tunggal putri dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kabupaten Nias 2012. Dan perhatian pun semakin terpusat padanya setelah dinobatkan sebagai Pemain Terbaik dalam ajang tersebut.

Tumiar Halawa, atau yang biasa dipanggil Tumiar ini, memang baru menapaki kompetisi sesungguhnya. Namun, berbekal semangat dan dukungan orang-orang terdekat, Tumiar mencoba membuktikan bahwa tubuh kecil dan usia yang masih sangat relatif muda bukan penghalang dalam mencapai sebuah prestasi.

“Saya sangat senang dan bersyukur kepada Tuhan karena saya tidak menyangka bisa juara sekaligus jadi Pemain Terbaik,” tutur Tumiar sambil tersenyum. Ia sendiri malah menjagokan rekan satu timnya yang berhasil meraih medali perunggu pada cabang olahraga yang sama.

Siswi yang akan genap berusia 12 tahun Mei mendatang ini sudah mulai menekuni olahraga tenis meja sejak duduk di kelas IV SD Negeri 071043 Tetehösi, Idanögawo.

Ketertarikannya terhadap olahraga yang satu ini dimulai dari kebiasaannya melihat orang-orang yang bermain tenis meja di samping rumahnya. Kebetulan rumahnya yang berdampingan dengan kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Cabang Kecamatan Idanögawo, yang juga tempat ayahnya bekerja tersebut tersedia peralatan tenis meja. Selain itu, bakat ini ternyata berasal dari kedua orangtuanya yang memang memiliki hobi yang sama.

“Pertama-tama saya perhatikan cara mereka bermain, setelah itu saya coba memainkannya,” ujar siswi yang dikenal pendiam ini. Memiliki bakat alami membuat siswi kelas VII SMP Negeri 1 Idanögawo ini tidak mengalami kesulitan. Meski bertubuh kecil, kemampuannya di cabang olahraga tenis meja telah mampu mencuri perhatian orang-orang di sekitarnya.

“Dia punya potensi untuk menjadi atlet kebanggaan Nias di masa yang akan datang apalagi usianya masih sangat muda,” kata sang pelatih, HZ Hulu (40). Meski baru 2 bulan resmi menjadi pelatih Tumiar, tetapi HZ Hulu atau yang biasa dipanggil Ama Hepi Hulu ini sudah lama mengetahui bakat yang dimiliki Tumiar. Hal ini pula yang membuatnya sangat mendukung Tumiar sebagai salah seorang peserta tim cabang olahraga tenis meja mewakili kecamatannya.

“Saya dan ayahnya adalah teman satu kerja jadi ketika  sedang berada di kantor saya sering melihat Tumiar bermain tenis meja,” ujar HZ Hulu.

Penghargaan sebagai Pemain Terbaik tentu tak hanya menjadi kebanggaan bagi sang pelatih tetapi juga bagi orang tua Tumiar. Ayahnya, Temasökhi Halawa (40), mengaku berbangga hati dengan prestasi yang diraih oleh putrinya.

“Saya akan terus mendukung dia untuk bisa berprestasi bahkan sampai ke tingkat nasional,” ujar Bapak yang akrab dipanggil Ama Eti Halawa. Bukan sekadar kata, dukungan terhadap semangat sang anak selalu diwujudkan misalnya dalam bentuk hadiah. Sebab, menurut ayah Tumiar, salah satu pemacu semangat putrinya untuk meraih sebuah prestasi adalah memberikan sesuatu yang sangat diinginkannya. Dan, untuk ajang Popda kali ini, sang ayah akan memenuhi janjinya untuk membelikan sebuah raket tenis meja (bet) baru untuk Tumiar.

“Saya sudah janji akan membeli bet baru kalau ia dapat medali emas karena bet yang selama ini dipakainya sudah usang,” ujar Temasökhi.

Perhatian Pemerintah Daerah Sangat Diperlukan

Tumiar Halawa (tengah) didampingi Kepala UPT Dinas Pendidikan Cabang Kecamatan Idanögawo, F. Zai (kiri), pelatih HZ Hulu (kanan), dan ayahnya (belakang).

Penyelenggaraan Popda diharapkan menjadi angin segar dalam pengembangan olahraga di kalangan pelajar. Selain itu, agar bibit muda seperti Tumiar memiliki kesempatan untuk membuktikan kenampuannya dalam ajang-ajang lainnya. Untuk mewujudkan hal itu tentu dibutuhkan usaha yang keras tidak hanya individu, tetapi juga dari pemerintah daerah sendiri.

“Fasilitas olahraga ditambah lagi supaya kami bisa berlatih lebih baik lagi,” harap Tumiar pada Pemerintah Kabupaten Nias. Menurut anak ke-5 dari 6 bersaudara ini, penambahan fasilitas merupakan hal penting dalam menyalurkan bakat generasi muda di cabang olahraga tenis meja sebagai salah satu olahraga yang sangat digemari masyarakat Nias selain sepak bola, bola voli dan bulu tangkis.

Penggemar boyband Smash ini juga menyampaikan pesan bagi anak-anak lain agar berusaha keras dalam mencapai prestasinya dan terus berlatih untuk memberikan hasil yang maksimal sehingga bisa mengharumkan nama Kabupaten Nias di ajang Popda Sumatera Utara yang akan diselenggarakan Juni 2012 mendatang.

Harapan yang sama juga disampaikan ayah Tumiar sekaitan pengembangan prestasi para atlet pelajar. Selain penambahan fasilitas, adanya pelatihan yang intensif dari para pelatih profesional juga sangat diperlukan untuk membina atlet muda Nias sehingga mampu bersaing dengan daerah lain.

“Tapi, pelatihannya hendaknya dilaksanakan di kecamatan karena kalau di kabupaten mungkin agak kesulitan apalagi anak-anak ini masih kecil jadi fisiknya masih belum kuat,” ujar Temasökhi Halawa.

Ajang seperti Popda tingkat kabupaten diharapkan dapat dilaksanakan secara berkesinambungan. Demikian pula dengan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan para pemain, baik selama bertanding maupun setelah meraih prestasi. Dengan adanya perhatian tersebut, prestasi olahraga di Kabupaten Nias akan semakin meningkat.  [ANOVERLIS HULU]

BIODATA SINGKAT

  • Nama lengkap: Tumiar Halawa
  • Nama panggilan: Tumiar
  • Tempat, tanggal lahir: Awöni La’usö, 11 Mei 1999
  • Pendidikan: Siswi kelas VII SMP Negeri 1 Idanögawo
  • Alamat: Tetehösi, Kecamatan Idanögawo
  • Anak: ke-5 dari 6 bersaudara
  • Hobi: Bermain tenis meja
  • Anak dari: Temasökhi Halawa (ayah) dan Noryati Zebua (ibu)
  • Pekerjaan ayah: PNS pada UPT Dinas Pendidikan Cabang Kecamatan Idanögawo
  • Pekerjaan ibu: Wiraswasta
  • Prestasi:
    • Juara I kelas
    • Juara I lomba tenis meja antarsekolah (2011)
    • Meraih medali emas cabang tenis meja pada Popda Kabupaten Nias (2012)
    • Pemain Terbaik Popda Kabupaten Nias 2012. [ANO]

21 Comments

  1. Apolonius Lase said:

    Apakah pemerintah daerah memberikan perhatian untuk membina SDM berpotensi seperti ini? Dari pengalaman, dengan alasan klasik, tidak punya dana pembinaan, pemda setempat bergeming. Anehnya, ada saja dana yang bisa dikorupsi oleh para pejabat….

  2. George Hemat B said:

    tingkatkan..
    diharapkan jg kpd PEMBDA semoga bis memperhatikan prestasi" anak daerah ini, shingga k dpn'y anak daerah qta pun bs maju dan ikut d ajang" kompetisi d luar kota…
    semangat trus dek.

  3. Temazisokhi Hulu said:

    Jangan pernah merasa puas dari prestasi yang telah dicapai, tapi harus tetap berlatih untuk mempertahankan bahkan meraih pesta yang lebih tinggi yang sudah dicapai sebelumnya. Selamat berjuang.

  4. Nias Bangkit said:

    Umurnya baru 12 tahun dan bisa meraih prestasi sebagai juara tenis meja tingkat Kabupaten Nias. Ia juga dinobatkan jadi Pemain Terbaik. Tumiar Halawa terus bersiap untuk tampil di Popda Sumatera Utara. Bravo…

Top