KEAMANAN LOKASI PARIWISATA

Pantai Carlita Sudah Banyak Telan Korban

GUNUNGSITOLI, NBC—Pantai Carlita yang terletak di Desa Afia, Kecamatan Gunungsitoli Utara, Kota Gunungsitoli, telah banyak menelan korban. Sejak tahun 1975, sudah 7 korban tenggelam dan Agus Feriaman Harefa merupakan korban yang ke-8 yang tenggelam, Senin (9/4/2012), di Pantai Carlita Kota Gunungsitoli.

Hal tersebut dikatakan oleh Masadikari Zega alias Ama Tuty, penduduk Desa Afia, yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten Nias periode 1999-2004 dari Partai PDIP kepada NBC, saat ditemui di Pantai Carlita, Desa Afia, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Selasa (10/4/2012).

Menurut Masadikari, “Seingat saya, korban tenggelam pertama sekali di Pantai Carlita pada tahun 1975, yaitu seorang pria bernama Apo, kemudian sepasang suami-istri yang sedang menyeberangi muara dari Pantai Carlita, serta beberapa korban lainnya, dan yang terakhir adalah siswi SMK Negeri pada tahun 2011. Tetapi semua korban ditemukan, tetapi sudah dalam keadaan tidak bernyawa.”

Untuk itu, Masadikari juga mengharapkan kepada para pengunjung Pantai Carlita, agar kejadian tersebut tidak terulang kembali kemudian hari.Dia mengimbau agar para pengunjung tidak mandi di Pantai Carlita pada saat saat tertentu dan pemilik tempat rekreasi juga memberikan papan peringatan sertamelarang pengunjung mandi pada saat yang telah ditentukan.

 

Suara seperti Letusan

Menurut Masadikari, di Pantai Carlita tetap akan ada yang tenggelam dalam jangka 3 hari, setelah terdengar suara seperti letusan yang berasal dari laut di Pantai Carlita.“Suara letusan tersebut didengar oleh semua masyarakat yang ada di sekitar Pantai Carlita. Nah, biasanyadalam waktu 3 hari setelah terjadi letusan, pasti ada yang tenggelamdi laut itu. Hal ini percaya tidak percaya, tetapi itu faktanya,” ujar Masadikari.

Pada Sabtu (7/4/2012) pukul 15.00, tanda berupa letusan tersebut, kata Masadikari, telah terjadi dan warga setempat sudah melarang para pengunjung untuk mandi di Pantai Carlita.“Tetapi kadang tidak digubris sehingga akibatnya salah seorang pengunjung hilang,” kata Masadikari.

Di lokasi Pantai Carlita, milik salah seorang pengusaha bernama Said Husin Rivai tersebut, NBC melihat baru ada papan pemberitahuan yang berbunyi “Dilarang Mandi di laut, Pasirnya Angker”. Sayang,saat hendak menemui pemilik tempat wisata tersebut,NBC tidak berhasil karena sedang tidak berada di lokasi.

Informasi dari salah seorang warga yang ditemui NBC di Pantai Carlita, Eflinus Harefa, papan larangan tersebut baru ditempelkan kemarin malam (Selasa, 10/4/2012) oleh pemilik obyek wisata, pukul 20.00.Menurut Eflinus, sebelumnya tidak ada papan larangan untuk mandi di Pantai Carlita.[WAN]

3 Comments

  1. Ono Alawe Halawaniaz said:

    Kalau memang Pantai itu sellu memakan korban….yang hendak atau berenang, jagan hnya dilarang berenang. Tetapi jangan sekli2 mencoba berenang, agar tidak terjadi kejadian yang tidak kta inginkan…..
    Apakah Pantai itu mmpnyai SEJARAH…..

  2. Fahami Gowasa said:

    mengingat di pantai tersebut telah menjadi suatu sejarah perang keangkeran yg menelan korban hingga delapan orang, dan sampai saat ini belum ada cara penyelesaian akan tempat wisata itu, jadi sementara waktu pantai itu ditutup saja. thanks

Top