Merasa Ditipu Pemerintah, Warga Tuntut Ganti Rugi

GUNUNGSITOLI, NBC—Merasa telah ditipu dan dibohongi oleh Pemerintah Kota Gunungsitoli, sekelompok warga Desa Niko’otano Dao, Kecamatan Gunungsitoli Alo’oa, Kota Gunungsitoli melapor ke Kejaksaan Negeri Gunungsitoli. Mereka menuntut ganti rugi atas lahan karet yang telah ditebang menyusul janji peremajaan oleh Dinas Pertanian Kota Gunungsitoli.

Dalam surat pengaduan yang dialamatkan kepada Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, mereka melaporkan adanya penipuan oleh Pemerintah Kota Gunungsitoli. Petugas pemerintah telah memberikan iming iming pemberian bantuan melalui Dinas P ertanian oleh Kadis Pertanian Yosua Lase.

Iming-iming itu menjanjikan program peremajaan kebun karet rakyat dengan jenis bibit yang lebih unggul atau karet Okulasi. Namun setelah warga memotong kebun karet mereka seluas 25 hektar pada bulan November 2011, hingga kini bibit yang dijanjikan pemerintah tak kunjung tiba atau diberikan.

Dalam surat pengaduan itu, warga mengingatkan bahwa APBD 2011 Kota Gunungsitoli menganggarkan dana sebesar Rp 700 juta. Namun akhirnya dana yang sudah dicairkan oleh pemerintah kepada masyarakat baru Rp 100 juta dalam bentuk barang dan uang penebangan, penebasan dan pembersihan lahan.

Saat dijumpai wartawan Kepala Dinas Pertanian Yosua Lase di kantornya, Jalan Pancasila, Desa Mudik, Jum’at 20/4/2012 membenarkan adanya proyek peremajaan itu. Sejauh ini pekerjaan dilaksanakan oleh CV Agnov Jaya dan baru menggunakan dana sebesar Rp 125.000.000. Adapun kekurangannya akan memanfaatkan APBD tahun 2012

Menyangkut protes warga soal penebangan pohon karet, dia meluruskan bahwa perintah penebangan hanya pada pohon yang telah tidak produktif lagi. “Petani tidak disuruh untuk menebang semua pohonnya,”tegas dia.

Sayang pada tahap berikutnya, rekanan pelaksana proyek itu tidak berhasil mendatangkan bibit pohon karet sebagai pengganti sampai dengan akhir kontrak kerja..(WAN)

Top