Hasil Produksi Sawah di Mandrehe Utara Masih Rendah

MANDREHE UTARA, NBC- Berbagai persoalan menghadang pembangunan pertanian di Nias Barat, akibatnya petani hanya mampu memproduksi beras sebanyak 2,9  ton tiap hektar.  Kondisi memprihatinkan  ini timbul karena fluktuasi harga dan produksi, buruknya penanganan pasca panen serta  minimnya teknologi

 Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Kehutanan dan Peternakan Kabupaten Nias Barat Faoloaro Gulo mengatakan hal itu dalam  laporannya  pada penyerahan bantuan sebuah traktor kepada kelompok tani Kasih AGAPE di Desa Balodano Kecamatan Mandrehe Utara Senin (23/4/2012). Bantuan itu sendiri diserahkan langsung oleh Bupati Nias Barat Adrianus Aroziduhu Gulo.

Agar tercapai swasembada pangan butuh usaha keras dengan meningkatkan produksi tanaman khususnya tanaman pangan. Hal itu perlu dilakukan dengan  pemakaian bibit unggul, pemupukan yang teratur dan penggunaan alat mesin pertanian dengan penerapan teknologi terbaru.

Pemerintah setempat, untuk Desa Balodano,   di tahun 2012 telah menjalankan program pembangunan jalan usaha tani, pembuatan usmur gali, pemberian bantuan benih jagung  hibrida, selain bantuan  traktor  tangan tersebut.

Program  pertanian pemerintah di 2012 sendiri juga mencakup pembuatan  sawah baru seluas 10 hektar untuk menanam padi, pembangunan usaha jalan tani  dan pendirian 19 kelompok tani. Ujar Faoloaro.

Menurut Kades Balodano Simeoni Zai di desanya ada delapan kelompok tani sebanyak 8 kelompok. Sekitar 98 persen dari total populasinya  sebanyak 1624 jiwa hidup sebagai  petani karet dan sawah. [NDH]

 

 

 

 

2 Comments

  1. Arifin Telaumbanua said:

    Isu pertanian organik perlu terus dikembangkan dan sebaiknya ini juga program pemerintah. Kapan ya bisa berkunjung ke lahan Samaeri utk sharing dan sekaligus kalau ada produksinya bisa menikmatinya, pasti sangat enak dan sehat Suskes utk teman-teman di SAMAERI.

Top