ADVERTORIAL

WERY Bakery and Cake: Dodol Durian Hasil Kreasi dan Inovasi

Buah durian yang selalu melimpah di Nias adalah modal untuk berkreasi. Berkat ketekunan berinovasi, serta kebersihan lingkungan kerja, dodol durian produksi WERY Bakery and Cake unggul.

Dodol adalah makanan tradisional Indonesia yang punya banyak ragam. Di Sumatera saja kita mudah menemukan berbagai jenis. Buah-buahan kaya serat kerap dan kandungan airnya sedikit jadi pilihan para pembuat dodol.
Orang mengenal Pulau Nias sebagai penghasil dodol durian. Daging buah berduri tajam ini sebenarnya tidak terlalu tebal namun berkadar alkohol tinggi. Dodol yang dihasilkan pun jadi berbeda. Wisatawan baik lokal dan asing banyak memburunya.

Pembuat dodol durian memulai pekerjaannya dengan memisahkan daging durian dari bijinya. Daging durian dikumpulkan dalam sebuah wajan di atas tungku yang dibakar dengan kayu. Setelah menaburkan gula dan sedikit garam sesuai takarannya, tugas selanjutnya adalah mengaduk hingga adonan itu berubah warna jadi coklat.

Setelah panas menghilang, pembuat dodol meracik dan mengemas adonan itu mengikuti ukuran dan wadah plastik yang ada dan menempatkannya dalam ruangan bersuhu rendah. Bila proses penyimpanannya baik, dodol akan bertahan sampai satu tahun.

Tiga Varian Dodol
WERY Bakery and Cake memproduksi tiga jenis dodol durian. Dodol Durian Original, Dodol Durian isi Kacang dan Praline Coklat isi Dodol Durian.

Menurut pemiliknya, Yuslian Harefa, variasi itu merupakan hasil temuan atas percobaan perusahaannya dengan memanfaatkan l berlimpahnya panen durian di Nias. Lewat penelitian dan uji coba jenis-jenis dodol itu menjadi produk utama perusahaannya. Pembeli berdatangan ke tempat kerjanya di Jalan Pelud Binaka Simpang Miga-Gunungsitoli untuk membeli dodol sekalipun musim durian telah lewat.

Pecinta dodol durian asli bisa mencoba Dodol Durian Original yang hanya terbuat dari dagung durian tanpa bahan pencampur lain. Sedangkan Dodol Durian isi Kacang, merupakan pengembangan dari dodol durian yang diberisi kacang mete. Proses pembuatannya berbeda sehingga menghasilkan kelezatan tersendiri. Berikutnya Praline Coklat isi Dodol Durian, punya kelezatan lain lagi. Pecinta coklat bisa merasakan dodol durian di dalamnya.

Ketiga variasi dodol durian itu menarik perhatian konsumen karena punya kemasan khas Nias. Mereka senang membawanya pulang ke kota asalnya. Begitulah Nias jadi lebih terkenal dengan karya kulinernya.

Kreasi dan Kebersihan
Saat musim durian tiba, pekerjaan di WERY Bakery and Cake bertambah. Puluhan truk berdatangan menumpahkan ribuan butir buah durian. Para pekerja mesti cepat mengurusnya. Buah durian mesti segera dikupas, dagingnya dikumpulkan dalam wadah besar agar bisa cepat diolah tanpa bahan pengawet.

“Setidaknya kami mengeluarkan ongkos sebesar Rp 1 miliar tiap musim durian tiba,”ujar Yuslian.

Daging itu cepat diolah menjadi dodol agar aromo aslinya tidak hilang dan rusak karena bakteri. Para pekerja membungkus hasil produksi itu dengan plastik kedap udara. Kemudian mereka menyimpannya dalam ruang khusus dengan suhu udara rendah. Cara ini memungkinkan dodol tahan lama dan terjaga kualitasnya. Tiap tiga bulan seorang petugas memeriksa kondisinya.

Pengusaha kue dari Medan, Siantar dan Padang rata-rata meminta pesanan dodol antara 3-4 ton setiap bulan. Mereka tak menjualnya langsung melainkan mengolah lagi menjadi wajik dan makanan khas daerah mereka. Permintaan besar seperti itu membuat Yuslian kerap kewalahan.

Agar selalu unggul, Wery bakery and cake tidak berhenti berinovasi. Kebersihan merupakan salah satu prinsip kerja di perusahaan ini di samping kreativitas dalam berproduksi.

“Saya tidak berhenti belajar hal-hal kecil tentang detail resep baru, saya suka mencoba dan berinovasi sendiri. Mungkin itulah keunggulan kami, sehingga membuat konsumen puas dan selalu datang dan datang lagi,” tambah dia.

Sepanjang hari perusahaan ini larut dalam kesibukan yang tinggi. Para pekerja mesti memasak setidaknya 12 hingga 15 resep makanan. Mereka mesti mengkukus, memanggang juga membakar bahan-bahan yang sudah siap. (KPZ)

One Comment;

Top