SARANA PENDIDIKAN

Dinas Pendidikan Nias Selatan Akan Kunjungi SD Umbusisarahili

Magdalena Bago

TELUKDALAM, NBC Dalam waktu dekat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nias Selatan akan segera mengunjungi gedung Sekolah Dasar Negeri 076707 Umbusisarahili, Gomo, yang dialihfungsikan menjadi kandang ternak babi.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan Magdalena Bago kepada NBC, saat ditemui di kantor Dinas Pendidikan, Jalan Baloho Indah, Telukdalam, Nias Selatan, Selasa (27/3/2012)..

“Saya baru mendengar kabar tentang adanya gedung sekolah yang telantar dan dijadikan kandang babi. Saya akan segera menindaklanjuti kabar tersebut. Bila itu memang ada, hal ini tidak akan kita biarkan. Saya akan mengecek keberadaan gedung sekolah tersebut,” ujar Magdalena Bago

Seperti diberitakan sebelumnya, gedung Sekolah Dasar Negeri 076707 Umbusisarahili di Desa Doli-doli, Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan, yang dibangun oleh Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) pada 2008 dibiarkan telantar, bahkan gedung yang anggarannya lebih kurang Rp 2,2 miliar ini telah beralih fungsi menjadi kandang babi.

Saat ini proses belajar-mengajar dilaksanakan di gedung lama SDN 076707 yang berjarak sekitar 600 meter dari gedung yang baru tersebut. Kondisi gedung lama tersebut juga sangat memprihatinkan. Selain hanya memiliki 3 ruangan belajar, gedung yang tidak memiliki kantor guru ini dikhawatirkan suatu saat akan roboh karena beberapa pilar dan dindingnya sudah lapuk dan tidak layak pakai. [DES]

Related posts

27 Comments

  1. Hieronimus Noverius Tafonao said:

    Yahowu fefu….
    Trima kasih kepada saudara2ku yang telah banyak berkomentar ttg Pembangunan SDN Umbu Sisarahili Desa Doli-Doli Kecamatan Gomo.
    Perlu saya beritahukan kepada kita bahwa masyarakat Desa Doli-doli sangat berterimaksih kepada Pemerintah atas pembangunan gedung SD tersebut karena gedung SD yang lama sudah tidak layak pakai lagi.
    Namun pembangunan gedung tersebut tidak sesuai dengan Harapan masyaraka tsekitar karena lokasi gedung SD tersebut sangat Jauh dari perkampungan dan dibangun dekat sungai serta lokasi tersebut sangat jauh untuk dijangkau oleh anak anak SD yang masih kecil. Hal ini saya katakan karena lokasi gedung tersebut berada di pinggir Desa atau di pinggir perkampungan dan disekitar gedung SD tersebut hanya ada satu pondok warga serta jalan menuju lokasi SD sangat buruk (ha lala bagowi) dan bukan jalan umum yang biasanya dilewati oleh masyarakat.
    Oleh masyarakat Desa Doli-doli dan Desa Lolosoni sejak direncakanan pembangunan gedung SD tersebut telah menyampaikan usul / pendapat kepada pihak Rekanan dan pihak BRR agar pembangunan gedung tersebut tetap dibangun di lokasi sekolah yang lama karena lokasinya berada di tengah2 perkampungan dan berada di pinggir jalan desa yang selalu digunakan oleh masyarakat. sehingga salah betul jika ada saudara2 kita yang mengatakan "bahwa pembangunan tersebut dilakukan untuk perluasan Desa".
    Pada saat pelaksanaan pembangunan tersebut oleh masyarakat Desa Doli doli dan Desa Lolosoni telah menyampaikan aspirasinya kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Gomo dan pada saat itu Kepala Cabang Dinas Pendidikan menyatakan bahwa Pembangunan gedung SD tersebut harus dibangun di lokasi sekolah yang lama.
    Kepada kita semuanya saya mau memberi tahu bahwa gedung sekolah tersebut dijadikan kandang ternak (babi, ayam, dll) oleh pemilik tanah yang juga satu-satunya orang yang tinggal dipondok disekitar Gedung SD dan bukan masyarakat yang lain. ini perlu kiita ketahui bersama.!!!!!!
    Oleh karena itu kami sangat mohon kepada Dinas Pendidikan Kab. Nias Selatan untuk segera turun dan melihat langsung kelokasi pembangunan SD guna menentukan apakah lokasi pembangunan gedung sekolah tersebut layak atau tidak untuk didirikan gedung sekolah serta apa tindakan atau kebijakan kedepan agar anak2 di Desa Doli dan Desa Lolosoni bisa bersekolah dengan nyaman.
    Selanjutnya apabila dalam pembanguna gedung SD tersebut ada indikasi penyimpangan yang mengarah kepada perbuatan tindak pidana korupsi sebaiknya permasalahan ini diserahkan kepada pihak penegak hukum baik Kepolisian maupun Kejaksaan….
    Salam.

  2. Tafonao Dani said:

    hasil kunjungan ibu kadispend Nias selatan dalam pembangunan Gedung sekolah SD yag seharga RP 2,2 M di Umbu sisarahili, kecamatan Gomo yang beralih fungsi menjadi kandang ternak, dan pembangunan gedung itu pun tidak slesai sehingga Dana itu pun sampai sekarang belum tahu kemna arah dan di alihkan….ada banyak yang terlibat dalam pembangunan itu trutama CV yang menangani dan pelaksana pekarjaan dilapangan, sehingga pada massa pembangunan itu di mulai sudah pernah terjadi aksi (demonstrasi) yang dipimpin oleh sekolompok orang yang berkepentingan didalamnya…tolong di usut tuntas pembangunan dan dikemanakan dana yang sebesar itu, apa ikut serta di dalamnya kadispend, dan semua instansi yang berkaitan dalam pembangunan itu sehingga sampai sekarang belum ada kjelasan, kepada Nias Journalist,Nias Bangkit, agar bisa turun kelapangan untuk meninjau lokasi SD tersebut…

    • Yulianus Telaumbanua Telaumbanua said:

      pantau terus kwn gmn pembangunan di nisel……..panggil wartawan jd pengawal/kpk……biar berjln lancar pembangunanny,entar klo gk da pengawalny uang yg senilai tu banyak masuk kantongan ktany bagian ne sekian persen……….

    • Tafonao Dani said:

      Yulianus Telaumbanua Telaumbanua '''''iya sebagian pada saat pembangunan itu masyarakatnya menolak dan ada juga yang setuju….nah yang menjadi tanda tanya ma kita sampai sekarang dana yang besar itu di arahkan kmana'tidak mungkin habis dalam membangun 2-3 ruangan yang dananya Rp 2,2 m….

  3. Seiman Lase said:

    semoga dalam waktu yang secepat mungkin ibu kadis segera terjun lapangan meninjau gedung SD itu. jangan asal janji-janji saja ya bu?? kami akan menunggu ibu di simpang menuju gedung ini.. hehehe
    pengawas ditingkat kecamatan itu gak karuan bu..
    mereka baru kelapangan jika ada operasional dari masyarakat tuh.
    hehehehe
    Gedung itu merupakan aset pemkab Nisel, jadi dari pada membangun gedung baru, lebih baik anggaran untuk gedung baru tsb dialokasikan utk pembukaan jalan baru menuju Gedung SD itu yang dibangun BRR.

    Sam Gulo_klarifikasi.
    saya harap bapak jangan mengada-ngadalah…
    saya tau persis daerah itu karna saya adalah bagian dari masyarakat setempat. sebenarnya jarak antar sungai dengan gedung SD ini ada sekitar 300 meter dan gedung ini masih terjangkau dari perkampungan penduduk dan apalagi pembangunan seperti ini merupakan perluasan desa pak. berawal dari proses pembangunan ini, sebagian besar masyarakat setempat menyatakan setuju bahwa npembangunan gedung ini dipindahkan dari lokasi lama, karna lokasi tersebut bermaslah (SENGKETA TANAH) karna pemilik lokasi tsb terbagi 2 (dua). sehingga masyarakat mencari tempat lain yang bisa memungkinkan untuk pembangunan gedung SD ini, dan hal ini di setujui dan diketahui oleh kedua kepala desa. setelah pergantian kepala desa, kepala desa yang baru mempolitisasi dan memprofokasi masyarakat agar tidak setuju pada lokasi pembangunan gedung yang baru dengan berbagai alasan.
    masyarakat yang sebagian tidak menerima keberadaan gedung ini adalah mereka yang telah di cuci otak oleh oknum2 terkait untuk mendapatkan profit.

    kepada pemerintah Nisel, saya sebagai masyarakat mengharapkan agar tidak terbuai dengan kenyenyakan tidar anda.
    Dengar, Lihat dan Kerjakan demi kesejahteraan rakyatmu.

    SALAM…

  4. Nazara Bidik said:

    Berarti lokasi SD bernilai 2 miliar itu di Kampung mantan bupati Nisel Fahuusa laia, SH, MH ya. Wajar dong dikala itu bupatinya orang sana. Walaupun sekarang mereka lagi istrahat di Jakarta.

    • Dhaniel Elmike Ghea said:

      Y mgkn bngunan'a ǰƱƍª bro bertingkat maka'a kgtu biaya gede buangt, jd ĴªŇбåΏ. Berfikiran Negatif krn sklh Îτϋ jg langsung ∂ï nikmati masy setempt, clo В̍ǏƧ̷ɑ̣̇ ∂ï jg dgn baik smg sekolah Îτϋ В̍ǏƧ̷ɑ̣̇ ∂ï nikmati Anak Cuci bener kn Ɣªήğ ªĸƲ blg

  5. Sam Gulô said:

    Saudara2, jangan terlalu cepat dulu mengadili masyarakat. Saya sedikit tahu permasalahan pembanguan gedung SD itu krn waktu dibangun saya lagi tugas di Gomo. Mengapa gedung SD itu tidak difungsikan dan jadi kandang babi? Inilah yg harus diselidiki oleh pemerintah. Pada awal proses pembangunan, sudah muncul penolakan dari masyarakat soal lokasi bangunan, karena dibangun jauh dari perkampungan penduduk dan berada di bibir sungai, dan jika hujan sangat rawan dan berbahaya bagi anak2 usia SD. Masyarakat menghendaki dibangun di lokasi gedung lama yang strategis dan berada diperkampungan penduduk. Masyarakat sudah berkali2 menyampaikan aspirasinya kepada pemborong dan BRR di Gungsitoli, juga kepada pemerintah di Telukdalamm tetapi pemborong tidak menghiraukan permintaan masyarakat dan malah trus membangun di lokasi yang dia inginkan (tampaknya ada kongkalikong antar pemborong, BRR dan oknum pemegang kekuasaan pada saat itu). Jadi bagus kalau Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nisel meninjau lokasi itu, tapi tolong nanti didengar masyarakat. Sebenarnya kalau dari dulu2 didengar masyarakat, maka tidak akan terjadi yang seperti sekarang ini. Terkamabat tapi lebih baik daripada tidak sama sekali. Kalau gedung SD baru itu menjadi kandang babi skrg, ya itu sbg wujud penolakan masyarakat, bukan karena sengaja dijadikan kandang babi, tetapi karena tidak terpakai maka menjadi sarang yg nyaman bagi babi, ayam, dll.

    • Nias Bangkit said:

      Sam Gulô NBC sekadar menyampaikan fakta apa yang kami dapatkan di lapangan. Mari kita kawal terus…. Kami terus mengedepankan berita yang berimbang. Pihak pemerintah kami beritahu. Kini bola ada di tangan pemerintah, dalam hal ini Dinas Pendidikan Nias Selatan. Bukankah begitu? Kita tentu bukan bertujuan menyalahkan siapa-siapa…. Ini uang negara, sayang kalau hanya jadi kandang babi kan, mending gedung ini dipergunakan…. lebih ke arah sana barangkali tujuannya.

      Terima kasih @Cindy Harefa. Tentu adalah hak Anda menilai berita kami. Terima kasih buat semua komentar atas berita-berita NBC.

    • Rawati Daeli said:

      Kenapa tetap pakai gedung lama Ɣğ sudah lapuk? ðan gedung ΒάƦú dijadikan kandang babi sih? Ɣğ bego siapa dong..? Masa ga ß離 bedain Ɣğ bener…:p

  6. Pingback: Dinas Pendidikan Nias Selatan Akan Kunjungi SD Umbusisarahili | FORNISEL

  7. Ahmadola Dola said:

    mana pengawas sekolahnya, biasanya setiap kecamatan ada pengawas sekolah, apa di kecamatan gomo tidak ada pengawas sekolah? duduk di kantor aja bu, pasti semua beresssssssssssssssss!!!!!

  8. Nias Bangkit said:

    Kepala Dinas Pendidikan Nias Selatan Magdalena Bago baru tahu lho, bahwa ada SD seharga Rp 2,2 miliar di Umbusisarahili, Kecamatan Gomo, yang sudah beralih fungsi jadi kandang babi, saat NBC beritahu….. Meskipun begitu, kita gembira, ada semangat untuk datang ke Gomo. Jangan lama-lama ya Bu Kadis…..

Top