GUNUNGSITOLI, NBC – Kedatangan kelompok penyanyi remaja pria SMASH mengundang orang untuk mengais rejeki dengan berbagai cara. Beberapa jam sebelum konser di Lapangan Pelita Gunungsitoli mulai sejumlah calo tiket nampak berkeliaran, Jum’at (24/2/2012). Mereka menjajakan tiket lebih mahal ketimbang harga resmi yang ditetapkan panitia.
Calo-calo dadakan itu punya latar belakang yang beragam. NBC mengenali mereka sehari-hari berprofesi sebagai anggota polisi, tentara, PNS juga anggota Satpol PP.
“Sudalah bang, ini kan kesempatan kita untuk mendapatkan uang saku, soalnya acara ini jarang ada, tolong dimengerti,” ujar salah seorang calo kepada NBC sambil menyodorkan sebungkus rokok.
Sayang calo-calo itu tanpa malu-malu menawarkan jasanya padahal pada saat yang sama ia tengah bertugas dan mengenakan baju seragam dinasnya. Anggota Satpol PP yang tengah sibuk mengatur lalu lintas pun sesekali mencari kesempatan menawarkan tiket.
Seorang calo bernama David mengaku mendapatkan tiket dari kakaknya yang berprofesi sebagai anggota Polisi dan bertugas mengamankan acara itu..
“Saya hanya menjual tiket yang diberikan abang saya, saya menjual tiket kepada masyarakat yang mau masuk melihat konser SMASH seharga Rp 50.000,” tutur David. [MAN/NDH]
Back to top
You must be logged in to post a comment Login
inilah contoh aparat nias yang tidak bisa menjadi panutan, Alias BOLOSONI SIMANGA HOGO NAWONIA ONONIHA. Dasarrrrrr, tidak tau malu, mentang2 dah jadi aparat, jago membodoh-bodohin orang lain.
saya jg heran kenapa sih BOY BAND-BOY BAND yang gk bermutu itu didatangkan ke nias,
saya harap kepada teman2 muda mudi nias jangan meniru gaya2 boyband tersebut, LEbay semua.
Masyarakan NIAS TIDAK BUTUH DENGAN BOYBAND……!!!!!!!