Program KB di Gunungsitoli Melebihi Target

Kepala Kantor BPM, PP, KB dan Pemdes Kota Gunungsitoli, Oimonaha Waruwu.

GUNUNGSITOLI, NBC Program Keluarga Berencana di Kota Gunungsitoli mencapai target seperti yang ditetapkan oleh Badan Kependudukan dan Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor BPM, PP, KB dan Pemdes Kota Gunungsitoli Oimonaha Waruwu kepada NBC, Kamis (12/1/2012), di Kantor Walikota Gunungsitoli, Jalan Pancasila, Desa Mudik, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli.

Oimonaha menanggapi pernyataan Kepala Subbidang Advokasi Pergerakan dan Informasi (Adpin) Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara kepada NBC sebelumnya bahwa Kota Gunungsitoli masih banyak penduduk yang ingin ber-KB tetapi belum terlayani (unmet need).

“Kami bukan tidak mau melayani seluruh masyarakat yang ingin ber-KB, tetapi masyarakat Kota Gunungsitoli, menurut saya, sangat manja dan tidak mau datang ke puskesmas, tetapi minta didatangi di rumah masing masing. Hal tersebut mustahil bisa kami laksanakan dengan kurangnya tenaga pelayanan yang ada di Kota Gunungsitoli”, kilah Oimonaha.

Dia juga menambahkan bahwa selain kurangnya tenaga pelayanan, mereka juga terkendala dengan kondisi jalan atau lokasi yang akan didatangi karena kurangnya sarana dan prasarana yang ada untuk tenaga pelayanan KB.

“Bagaimana kami bisa melayani seluruh masyarakat Kota Gunungsitoli yang ingin ber-KB, sedangkan tenaga pelayanan yang kita miliki hanya ada 6 orang se-Kota Gunungsitoli, sedangkan yang akan kita layani adalah 126.000 warga Kota Gunungsitoli yang ada di 98 desa dan 3 kelurahan, ditambah kurangnya fasilitas sarana dan prasarana yang ada,” keluhnya.

Walaupun demikian, menurut Oimonaha, BPM Kota Gunungsitoli mencapai, bahkan melebihi target yang diberikan BKKBN Provinsi Sumatera Utara pada pemasangan alat kontrasepsi KB IUD dan implant. Target yang diberikan BKKBN Provinsi Sumut untuk IUD sebanyak 148 orang, sudah terealisasi atau dipasang kepada 265 orang atau 179,05 persen.

Adapun untuk alat kontrasepsi KB implant, menurut Oimonaha, Kota Gunungsitoli sudah memasang 203 implant kepada masyarakat, melebihi target BKKBN Provinsi, 113 implant, atau terealisasi 179,65 persen.

“Kami di Gunungsitoli juga berhasil memasang 4 alat kontrasepsi MOP atau biasa disebut Vasektomi kepada 4 pria yang ada di Kota Gunungsitoli, dari 10 MOP yang telah ditargetkan BKKBN provinsi. Kitalah satu satunya kabupaten/kota yang berhasil memasang MOP atau vasektomi di Kepulauan Nias,” ungkapnya.

Oimonaha mengharapkan kepada pemerintah untuk menambah personel yang membidangi KB dapat ditambah dan lebih profesional serta memiliki kantor tersendiri. [WAN]

Top