Provinsi Nias, Persiapan Lebih Penting Ketimbang Kejar Momentum

Profesor Taliziduhu Ndraha di ruang kerjanya, Senin (5/9/2011).

JAKARTA, NBC — Pengembangan Gorontalo sebagai sebuah provinsi yang terpisah dari Sulawesi Utara adalah contoh yang perlu dipertimbangkan oleh warga Nias. Pembentukan sebuah provinsi baru tak perlu tergesa-gesa dilakukan bila hal itu hanya bersandar pada momentum  saja. Hal paling penting adalah persiapan yang matang.

Guru Besar di Institut  Pemerintahan Dalam Negeri, Jakarta, Profesor Talizidhu Ndraha menegaskan hal itu kepada NBC, Senin (5/9/2011), saat dijumpai di ruang kerjanya.

“Momentum yang akan datang pada tahun 2015,” tegasnya. Saat itu tatanan kekuasaan baru akan muncul, persoalannya adalah apakah warga Nias sudah menyiapkan diri dengan baik. Waktu yang tersisa adalah empat tahun, untuk itu banyak hal yang harus dikerjakan.

Apabila memang kelak belum siap sebaiknya  tak perlu dipaksakan ketimbang hasilnya mengecewakan. Persiapan menjadi amat penting mengingat momentum bisa diciptakan kembali di kesempatan berikutnya.

“Persoalannya adalah kalau  saat ini kita  bekerja keras mempersiapkan diri, kelak  (bila saatnya tiba, Red.) ada sekelompok  orang yang memetik keuntungan,” tuturnya sambil  tertawa tanpa memberi rincian orang yang dimaksud.

Nias membutuhkan strategi pembangunan yang berbeda dibanding wilayah lain di Tanah Air. Hal ini setidaknya disebabkan oleh dua hal. Pertama, Nias merupakan sebuah wilayah bencana yang menuntut pemerintah dan masyarakat selalu siap sedia. Hal itu merupakan faktor pembeda saat wilayah lain  memfokuskan diri pada pertumbuhan  ekonomi.

Berikutnya adalah soal sumber daya alam yang sedikit dibanding wilayah kaya lain seperti Riau atau Kalimantan Timur. Untuk itulah masa depan Nias akan  bergantung pada keberhasilan pengembangan sumber daya manusia dan sumber daya buatan. [DI]

Top