Asi Walo, Pantai Terindah di Kabupaten Nias Utara

NBC— Objek wisata Asi Walo atau Pantai Walo yang terletak di Desa Teluk Bengkuang Kecamatan Sawõ, Kabupaten Nias Utara ini memang baru dibuka tiga tahun yang lalu. Meski demikian, keberadaannya sudah banyak menarik perhatian para wisatawan lokal dan mancanegara.

Hasil survey Kementerian Pariwisata RI pada tanggal 6 September 2011, Pantai Walo ditetapkan sebagai pantai terindah di Kabupaten Nias Utara.

Tidak sulit menjangkau objek wisata ini, karena akses jalan sudah memadai untuk dilalui kendaraan roda dua dan empat. Dari pusat Kota Gunungsitoli jarak tempuh menuju Pantai Walo sekitar 40 Km, sedangkan jarak dari jalan provinsi kabupaten menuju lokasi sekitar 1,5 Km.

Fasilitas di sekitar pantai seperti pemondokan belum terlalu banyak, jumlahnya tidak mencapai 10. Namun pengunjung dapat menggelar tikar atau matras di bawah pepohonan yang tumbuh di tepi pantai.

Tidak jauh dari tepi pantai, beberapa perahu nelayan tampak ditambatkan dengan seutas tali disebuah tiang kayu. Warga sekitar pantai biasanya membeli ikan dari para nelayan untuk diolah dan dijual kepada pengunjung.

Menyusuri sisi kiri pantai terdapat hamparan batu karang yang cukup luas. Biasanya para pengunjung memanfaatkan tempat ini untuk berfoto. Namun, bila ingin ke kawasan ini pastikan tetap menggunakan alas kaki, karena permukaan batu karang cukup tajam.

 

Binatang Laut Bӧbӧtalu Zangarӧfa

 

Berjalan di atas batu karang sungguh mengasyikkan sekaligus mendebarkan. Bagi pengunjung yang baru pertama kali datang, jangan terkejut bila menyaksikan binatang yang satu ini. Berwarna coklat, berbintik hitam seperti ulat pohon dengan panjang sekitar 50 cm. Hewan air ini biasanya bersembunyi dibawah karang, sesekali menampakkan diri secara terang-terangan.

Masyarakat setempat menyebutnya Bӧbӧtalu Zangarӧfa. Binatang sejenis mollusca ini tidak berbahaya. Sebagian besar tubuh binatang ini diisi oleh air. Jika diangkat ke permukaan, diameter tubuhnya yang semula 2 cm akan menyusut setengah.

Anak-anak juga sering bermain di sekitar batu karang ini. Seperti halnya Keri Telaumbanua (11) dan teman-temannya. Saat itu mereka sedang menemani salah seorang temannya yang sedang memancing. “Kami sering kesini untuk  memancing atau sekedar bermain,” ujar siswi kelas 6 SD ini  dalam Bahasa Daerah Nias.

Keunikan lain yang dimilki Pantai Walo adalah suhu air laut bagian bawah yang relatif hangat dibanding di permukaan. Sehingga walau hujan pengunjung tetap dapat berendam maupun berenang, tanpa khawatir kedinginan.

“Airnya juga dangkal jadi anak-anak bisa berenang,” tutur Faoziduhu Zega (59) atau biasa dipanggil Ama Dili, seorang warga setempat pemilik warung di sekitar Pantai Walo.  Ama Dili mengelola warung bersama dengan anak sulungnya.

Ama Dili menuturkan, Pantai Walo merupakan pantai yang aman dikunjungi karena terletak disebuah teluk. Sehingga terlindungi dari ancaman gelombang tinggi.   “Saya sudah melihat pantai  di seluruh Nias. Pantai Walo sangat layak untuk dikembangkan,” ujar Ama Dili Zega.

Ada Museum Terumbu Karang

Selain mendirikan warung yang menjual makanan dan minuman, Ama Dili  juga memiliki ratusan koleksi kulit kerang dan terumbu karang yang dipajang disebuah ruangan bernama “Museum Terumbu Karang”. Koleksi museum terumbu karang milik Ama Dili diperoleh dari para nelayan.

Koleksi kulit kerang dan terumbu karang yang dimiliki Ama Dili Zega di Museum Terumbu Karang.

Koleksi terumbuh karang tidak untuk diperjualbelikan. Karena Ama Dili sengaja memesan secara khusus terumbu karang itu untuk menambah wawasan pengunjung, tentang keberagaman terumbu karang. “Saya senang membuat sesuatu yang tidak pernah dibuat oleh orang lain,” kata Ama Dili.

Penataan dan kebersihan di sekitar  pantai merupakan dua hal penting  yang menjadi perhatian utama para pengunjung.

Misalnya, Bobby Daeli (32), yang datang bersama keluarga untuk menikmati liburan, kepada NBC mengatakan,  sangat menyayangkan bila Pantai Walo dibiarkan tanpa ada penataan dan penambahan fasilitas serta kebersihan dari sampah organik dan non organik.

Sementara itu, Pemkab Nias Utara melalui dinas pariwisata, pada tahun 2012 berencana akan menata dan membangun fasilitas seperti pemondokan, restaurant, balai pertemuan dan akses jalan. [ANOVERLIS HULU]

4 Comments

  1. Rina Leen said:

    Yang harus di lakukan pertama x adalah memperdayakan setiap org yang berada di nias… kl Bali aj bisa, karena mereka memiliki org yg terampil dan Terpelajar pastinya, kita semua yakin Nias pun pasti bisa… #changeisinurhand

Top