Program KB: Nias Barat Paling Rendah

MEDAN, NBC-Hingga bulan Juni 2011, partisipasi masyarakat di Kabupaten Nias dalam program Keluarga Berencana (KB) paling baik dibanding dengan wilayah lain di Pulau Nias. Sebaliknya wilayah Nias Barat berada di posisi paling rendah.

Data kantor  Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara, menunjukkan tingkat pencapaian peserta KB baru di wilayah Kabupaten Nias berkisar 59,4 persen. Dilanjutkan Kabupaten Nias Selatan  dengan persentase 52,4 persen, Gunung Sitoli berkisar 31,9 persen, Nias Utara  berkisar 24 persen dan Nias Barat hanya 12,9 persen.

Kepala Seksi (Kasi) Advokasi dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Anthony S.Sos, mengungkap hal itu kepada NBC Rabu (10/8/2011).

Hal itu juga merupakan indikasi bahwa pemakaian alat kontrasepsi (Alkon) peserta KB baru juga   tinggi di wilayah Kabupaten Nias tersebut.

Menurut Tony,  persentase pencapaian IUD di kabupaten tersebut berkisar 101,1 persen, Medis Operasi Wanita (MOW) berkisar 70,0 persen, kondom 97,9 persen dan implant 30,9 persen.

“Akan tetapi, untuk Medis Operasi Pria (MOP) atau dikenal dengan vasektomi, di wilayah tersebut dinyatakan 0 persen atau belum sama sekali diminati oleh masyarakat disana,” terangnya.

Gunung Sitoli merupakan peringkat kedua dengan persentase pencapaian alkon berkisar 75, 7 persen untuk persentase IUD, kondom 21,9 persen, implant 50,4 persen. “Untuk MOP dan MOW di Kota Gunung Sitoli masih belum ada peminatnya,” sebut pria yang juga Ketua Koni Medan Labuhan itu.

Kemudian, persentase pencapaian IUD di wilayah Kabupaten Nias sebanyak 30,2 persen, kondom 35,9 persen dan implant 46,0 persen, MOP 0 persen dan MOW 0 persen. Kabupaten Nias Barat, untuk persentase pencapaian IUD sebanyak 27,0 persen, MOW 0 persen, MOP 0 persen, kondom 3,1 persen dan implant 8,5 persen.

Sedangkan persentase pencapaian alkon di wilayah Nias Utara masih minim. Ini terbukti dengan laporan dari petugas BKKBN kabupaten tersebut. Seperti IUD misalkan, di wilayah Nisut belum ada masyarakat yang partisipasi dengan alkon tersebut. “Begitu juga dengan MOW dan MOP, masih 0 persen,” timpalnya.

Untuk persentase kondom, Tony memaparkan wilayah tersebut sebanyak 6,1 persen dan implant sebanyak 4,3 persen. “Kita tidak tahu apa yang terjadi, mengapa masyarakat disana tidak mau berpartisipasi. Namun, kita akan terus berupaya mempromosikan alkon ini lebih giat lagi dan mendengungkan bahwa dengan ber-KB, hidup lebih sejahtera,” pungkasnya.

Sementara itu, perkiraan penduduk tahun 2011 di Nias sebanyak 132.144 jiwa dengan laju pertumbuhan 0,58 persen atau 711 jiwa. Berikutnya Nias Selatan berpenduduk 293.168 jiwa dengan tingkat pertumbuhan  1,19 persen, Nias Utara  128.446 jiwa dengan tingkat pertumbuhan  0,94 persen, Nias Barat 82.308 dengan pertumbuan  0,61 persen, Gunung Sitoli berpenduduk 128.085 jiwa dengan pertumbuhan  1,49 persen. [A-1M]

Top