Peserta Tes CPNS Datangi DPRD Nias Barat

Sekitar 30 peserta tes masuk calon pegawai negeri sipil daerah (CPNSD) formasi 2009 melaporkan nasibnya kepada DPRD, Senin (1/8/2011).

MANDREHE, NBC — Sekitar 30 peserta tes masuk  calon pegawai negeri sipil daerah (CPNSD) formasi 2009, Senin (1/8/2011), mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Nias Barat di Desa Fadoro, Kecamatan Mandrehe. Mereka mencoba mencari dukungan DPRD atas nasib mereka yang hingga kini belum jelas.

Menurut salah seorang dari mereka, Kristian Gulö, pada 17 Januari 2011 pejabat Bupati Nias Barat  Sudirman Waruwu mengumumkan nama-nama CPNSD formasi 2009. Pada 14 Juni lalu, pihak pemerintah daerah menyatakan pihak Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah menerbitkan Nomor Induk Pegawai bagi 175 peserta. Namun, hal itu sampai kini belum ada kejelasannya.

Wakil Ketua DPRD Nias Barat Henoki Waruwu—menanggapi keluhan korban CPNS—mengatakan bahwa DPRD berpihak kepada mereka dan sekarang sedang berkoordinasi dengan pihak-pihak yang berwenang.

Menurut dia, dasar pejabat sementara bupati mengeluarkan pengumuman pada 17 Januari 2011  berdasarkan surat rujukan BKN pusat dan BKN Medan yang mengatakan bahwa pengumuman CPNSD 2009 (7/12/2010) dinyatakan sebanyak 164 orang ilegal  sehingga nama-nama tersebut tidak dapat diterbitkan NIP-nya. Solusi yang ditawarkan BKN pusat dan BKN Regional VI Medan, yaitu pemerintah daerah Nias Barat harus mengumumkan kembali dan menggantikan nama-nama yang 164 orang.

“Pengumuman (17/1/2011) sah demi hukum. Namun, bila penerbitan NIP hingga kini belum diperoleh yang bertanggung jawab adalah pemerintah daerah Nias Barat,” ujarnya.

Sementara itu, tanggapan  kepala bidang Badan Kepegawaian Nias Barat Hezisökhi Waruwu, yang menghadiri pertemuan tersebut, menuturkan bahwa penerbitan NIP pemenang CPNS yang diumumkan pada 17/1/2011 sedang diproses di BKN regional VI Medan. ”Faktor terlambatnya karena proses hukum di PTUN Medan sedang berlangsung,” ujarnya. [ON]

Related posts

Top