Foluaha Bidaya: KPU Nisel Tutup Mata pada Berbagai Fakta

JAKARTA, NIAS-BANGKIT.com — Salah satu pemohon dalam Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah Nias Selatan, Foluaha Bidaya, mengatakan bahwa KPU Kabupaten Nias Selatan menutup mata pada berbagai fakta pelanggaran yang dilakukannya. Foluaha Bidaya yang berpasangan dengan calon bupati Temazisökhi, mengungkapkan hal itu saat ditemui NBC seusai sidang di Mahkamah Konstitusi, Jalan Merdeka Barat No 7, Jakarta Pusat, Kamis (20/1/2011).

Foluaha mencontohkan soal jawaban termohon terkait sosialisasi pilkada yang dikatakan sudah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Itu semua bohong. Mana ada sosialisasi itu. Bayangkan, tingkat keikutsertaan warga hanya sekitar 20 persen. Apakah itu hasil sosialisasi? Anda jangan percayai semua apa yang dikatakan oleh KPU dan Pihak Terkait, dalam hal ini pasangan Idealisman Dachi-Huku’asa Ndruru,” ujar Foluaha Bidaya.

Menurut Foluaha, pihaknya optimistis MK memutuskan sengketa Pilkada Nias Selatan ini dengan adil berdasarkan semua fakta pelanggaran yang terjadi.

Seperti diketahui, KPU Kabupaten Nias Selatan menetapkan pasangan calon Idealisman Dachi-Huku’asa Ndruru sebagai pemenang Pilkada yang dilaksanakan 29 Desember 2010.

Penetapan KPU Nias Selatan 10 Januari itu menuai protes  pasangan lain, terutama pasangan Temazisökhi Halawa-Foluaha Bidaya dan Faudu’asa Hulu-Alfred La’ia. Pasangan tersebut merasa dirugikan karena sejumlah kejanggalan yang mereka peroleh dalam pelaksanaan Pilkada Nias Selatan.

Kedua pasangan ini akhirnya menggugat hasil Pilkada Nias Selatan ini ke Mahkamah Konstitusi. Bahkan, dua pasangan calon lain, yaitu Fahuwusa-Rachman Alyakin dan Hadirat Manaö-Denisman Bu’ulölö, juga menggugat hasil Pilkada Nias Selatan ke MK.

Sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan saksi-saksi, baik pemohon maupun termohon, akan kembali digelar pada Senin (24/1/2011) pukul 11.00. [H]

Related posts

One Comment;

Top